Paripurna DPR RI, Setuju Baiq Nuril Dapat Amnesti

0
Ketua Komisi III DPR RI Azis Syamsuddin berslaman dengan saudari Baiq Nuril usai melakukan rapat pleno. (Foto: Pemberitaan DPR)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Seperti sudah diperkirakan sebelumnya, akhirnya Dewan Perwakilan Rakyat atau DPR RI menyetujui untuk memberikan pertimbangan kepada Presiden RI agar Baiq Nuril Makmun dapat diberikan amnesti
.
Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komisi III DPR Erma Suryani Ranik yang menyampaikan laporan mengenai permintaan pertimbangan atas permohonan amnesti Baik Nuril Makmun dalam rapat paripurna DPR yang di dipimpin Wakil Ketua DPR Utut Adianto, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Kamis (25/7/2019).

“Komisi III dengan mengedepankan prinsip musyawarah untuk mufakat, dan berdasarkan pendapat dan pandangan dari fraksi-fraksi, secara aklamasi menyatakan menyetujui untuk memberikan pertimbangan kepada Presiden RI agar saudari Baiq Nuril dapat diberikan amnesti,” kata Erma.

Di bagian lain, Erma menyampaikan sikap Komisi III untuk memberikan dorongan kepada pemerintah agar dapat bersama-sama DPR untuk membentuk Rancangan Undang Undang tentang Amnesti dan Abolisi, agar terdapat aturan yang lebih mendetail dan komprehensif, sebagaimana pengaturan terkait Grasi dan Rehabilitasi yang telah ada.

Grasi telah jelas diatur dalam UU Nomor 22 Tahun 2002 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 5 tahun 2010 dan Rehabilitasi yang telah diatur dalam UU Nomor 8 tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana.

Sebelumnya, dalam rapat pleno Komisi III DPR RI yang juga dihadiri Baiq Nuril, menyetujui pertimbangan pemberian Presiden Jokowi terkait amnesti untuk terpidana kasus Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) itu.

Keputusan diambil komisi hukum DPR RI, setelah mendengarkan penjelasan dari Menteri Hukum dan HAM (Menkumham), Yassona Laoly. Persetujuan itu disepakati secara aklamasi oleh seluruh fraksi dalam rapat pleno yang dipimpin oleh Ketua Komisi III DPR RI Azis Syamsuddin.

“Perlu kami sampaikan bahwa Komisi III DPR RI telah melakukan pleno. Dan alhamdulilah kepada saudari Baiq Nuril telah diputus dan diberi pandangan dari 10 fraksi dan dihadiri 6 fraksi secara aklamasi dapat memberikan pertimbangan kepada Presiden untuk dapat diberikan amnesti kepada saudari Baiq Nuril,” kata Azis saat membacakan kesimpulan rapat pleno Komisi III DPR RI di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (24/7/2019) kemarin.

Seperti diketahui, kasus yang dialami Baiq Nuril telah menyita perhatian masyarakat dalam beberapa minggu ini. Putusan Pengadilan Negeri Mataram 26 Juli 2017 dan Putusan Kasasi Mahkamah Agung 4 Juli 2019, yang amar putusannya adalah yang bersangkutan dijatuhi pidana penjara selama 6 (enam) bulan dikurangi dengan waktu selama berada dalam tahanan sementara, dan pidana denda sebesar Rp 500.000.000 subsider pidana kurungan selama 3 bulan.

Baiq Nuril dipersalahkan melakukan tindak pidana tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diakses informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan. (Hendri/Asim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here