Sistem Digitalisasi Warnai Proses Belajar Mengajar di Badiklat Kejaksaan RI

0

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Badan Pendidikan dan Latihan (Badiklat) Kejaksaan RI telah membangun sistem digitalisasi dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar bagi para siswanya. Berbagai inovasi serta terobosan baru sudah sangat nyata dirasakan, terutama bagi para siswa yang sedang menjalani pendidikan. Diantaranya kegiatan e-diklat, e-learning, e-office, e-pengaduan, e-arsip dan e-keuangan.

“Jadi, sejalan dengan semangat untuk menghadapi revolusi industri 4.0 ke depan, diperlukan inovasi dan terobosan baru dalam membangun sistem teknologi yang lebih modern, ” ujar Kepala Badiklat Kejaksaan RI, Setia Untung Arimuladi saat pencanangan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM), di Badiklat Kejaksaan, Jakarta, Senin (24/07/2019).

Menurutnya, teknologi digitalisasi di lingkungannya akan membuat seluruh sistem pendidikan jaksa dapat berjalan secara transparan, tanpa adanya “main mata”.

Bahkan Untung mengungkapkan, sejauh ini pihaknya telah memasang sejumlah CCTV pada seluruh ruang kelas jaksa yang dapat mengirimkan suara ke ruangan kelas untuk memantau aktivitas belajar-mengajar pada seluruh kelas.

“Program CCTV interkoneksi ini untuk memudahkan proses pengawasan dalam aktivitas belajar para jaksa di kelas. Tidak hanya memantau pelajar, tapi juga tenaga pengajar di sini,” kata Untung yang juga mantan Kepala Biro Umum Kejaksaan Agung.

Selain itu, teknologi e-learning sudah mulai diterapkan untuk belajar-mengajar para Jaksa di Badiklat Kejaksaan. Melalui e-learning, tenaga pengajar yang berasal dari daerah, tidak perlu datang jauh-jauh ke Jalan Raya Ragunan Jakarta Selatan. Mereka cukup membuat video, dan video tersebut akan diputarkan di ruang kelas.

“Jadi tenaga pengajar juga kan lebih efisien dari sisi waktu. Mereka hanya perlu membuat video dan nanti bisa diputar di kelas, kemudian para Jaksa tinggal mencatat apa yang diterangkan itu,” kata Untung.

Ketua Umum Persatuan Jaksa Indonesia (PJI) itu juga mengaku sudah menerapkan sistem akses untuk para Jaksa hanya menggunakan kartu yang dapat terkoneksi dengan kamar masing-masing, hingga akses ke ruang kelas.

“Kemudian ada juga sistem akses bagi Jaksa yang hanya menggunakan kartu, sidik jari hingga face recognition. Tinggal pilih salah satu, nanti bisa ke kamar masing-masing atau ke kelas pakai akses itu,” ujar Untung.

Untung memastikan penerapan teknologi dan informasi di Badiklat Kejaksan akan terus berkembang. Badiklat Kejaksaan akan mengadopsi sistem teknologi dan informasi terkini agar mengikuti perkembangan revolusi industri 4.0.

“Saya ingin Badiklat Kejaksaan ini menjadi bagian dari revolusi industri 4.0 melalui teknologi dan informasi yang diterapkan,” katanya. Oisa

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here