Ketum PSSI Iwan Bule atau Condro Kirono? SOS: Jangan PIlih yang Sebagai Batu Loncatan Politik

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Siapa yang sangat pantas dan paling baik menjadi ketua umum PSSI, mulai mencuat kembali. Bahkan media sosial pun tak luput ikut meramaikan pencalonan ini. Paling anyar mencuat nama Komjen M. Iriawan atau biasa disapa Iwan Bule, mantan Kapolda Metro Jaya dan juga pernah menjadi Plt Gubernur Jawa Barat.

Kemudian juga muncul nama rekan yang seprofesi (Polri) dengan Iwan Bule. Sosok yang tidak asing lagi namanya di masyarakat sepak bola dan berkecimpung di PSSI sampai saat ini, yakni Komjen Condro Kirono.

Nama kedua Pati Polri itu memang bukan yang pasti. Masih banyak lagi sederet nama lainnya, misal mantan Wakapolri Komjen Pol Syafruddin (saat ini Menpan RB), Jenderal (Pur) Budi Gunawan (Ka-BIN), dan lainnya yang bukan dari unsur Polri.

Dari keempat nama calon Ketum PSSI dari kalangan Polri itu, jelas paling santer dalam pemberitaan nama Iwan Bule. Bahkan terkesan Iwan Bule sudah ada yang mulai mengorbitkannya. Atau Istilah sudah ada yang ‘menggorengnya’

Apa pun itu, diungkapkan Koordinator Save Our Soccer (SOS), Akmal Marhali, sama sekali tidak masalah.

Akmal, saat diminta komentarnya terkait dua Pati Polri ingin menjadi Ketum PSSI oleh www.beritabuana.co, hanya mengharapkan kepada para pemilik hak suara untuk memilih sosok terbaik.

“Pilihlah Ketum PSSI yang benar-benar punya visi dan misi memajukan prestasi sepakbola nasional, bukan yang menjadikan PSSI sebagai batu loncatan politik,” pinta Akmal.

Menurut Akmal bahwa berdasarkan UU setiap warga negara punya kebebasan berserikat dan berkumpul. Punya hak memilih dan dipilih sesuai aturan yang berlaku.

“Sah-sah saja setiap orang mencalonkan diri. Tinggal apakah memenuhi kelayakan kepantasan dan kelayakan regulasi,” kata Akmal

Kelayakan regulasi, menurut Akmal, tentunya terkait statuta PSSI. Buat yang mencalonkan jadi exco minimal 5 tahun berturut mengelola sepakbola. Dan ini mestinya tak boleh dilanggar.

Nah, soal kepantasan apakah diperkenankan pejabat Polri memimpin organisasi olahraga (sepakbola),   tinggal bagaimana verifikasi yang akan dilakukan Komite Pemilihan dan Komite Banding.

“Apakah syarat kelayakan kepantasan dan regulasi memenuhi perundangan (statuta PSSI), yang berlaku atau tidak?” tutur Akmal bertanya.

Kelayakan regulasi itu, lanjut Akmal, tentunya terkait statuta PSSI. Artinya, buat yang mencalonkan jadi Exco minimal 5 tahun berturut mengelola sepakbola.

Kembali kepada kepantasan apakah diperkenankan pejabat Polri memimpin organisasi olahraga (sepakbola), “ya selanjutnya tinggal bagaimana verifikasi yang akan dilakukan Komite Pemilihan dan Komite Banding. Apakaj syarat kelayakan kepantasan dan regulasi memenuhi perundangan (statuta PSSI) yang berlaku atau tidak,” tutup Akmal. (Kds)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here