Pemain Bhayangkara Main Bagus dan Juara, Sumardji: Masuk Polisi Direkomendasikan

0
Foto bersama pemain Bhayangkara U20/Foto: Ali

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Manajer Bhayangkara FC, AKBP Sumardji dengan terbuka mengakui bahwa mayoritas pemain sepak bola bergabung ke Club Bhayangkara FC, ingin menjadi polisi. Oleh karena itu, ia meminta kepada pemain yang telah bergabung, untuk bermain sungguh-sungguh dan kejar target di tahun 2020 jadi juara. Baik itu Bhayangkara senior maupun U20.

“Saya sudah tahu itu. Jadi polisi itu tidak mudah. Sulit. Bayangkan peminat yang ingin masuk dengan jumlah yang diterima. Yang diterima sangat kecil. Jadi bermainlah yang bagus, penuh disiplin. Menjadi polisi jika bermain baik, pasti kita rekomendasikan,” kata Sumardji dalam sambutannya pada acara Lounching Bhayangkara U20 di Wisma Kemenpora, Jumat (19/7/2019) sore.

Sumardji pun memuji Heru Pujihartono, selaku manajer Bhayangkara U20. Dijulukinya Heru sebagai seorang kapten atau nakhoda yang harus membawa anak-anak muda (pemain U20), bermain berdisiplin dan baik. Target harus juara.

Tapi kalau sudah menang, apalagi juara, kata Sumardji, jangan lupa bonusnya untuk pemain. “Jangan menang hanya dikasih air putih. Kalau air putih, sehebat-hebatnya atau sebagus main-mainnya, akan luntur juga,” kata Sumardji yang disambut riuh ketawa dan tepuk tangan para pemain Bhayangkara U20.

“Saya minta sama Mas Heru. Harus tegas dan mampu. Saya perintahkan kepada Mas Heru untuk ‘hajar’ para pemain yang macam-macam. Saya juga janjikan, jika main bagus saya akan minta kepada pelatih untuk pindah dan bermain di Bhayangkara senior,” tandas Sumardji lagi.

Jadi, kata Sumardji lagi, para pemain jangan macam-macam. Dirinya terus memantau dan mengamati terus semua perkembangan Bhayangkara U20.

“Saya janjikan tahun 2020 juara. Pasti akan ada yang sama ambil untuk pindah ke Bhayangkara senior. Sudah ada contohnya, seperti Elsa, Nurhl Hidayat, dan Sani. Yang sudah di senior. Di senior itu sangat berat,” katanya.

Sumardji pun tak lupa menitipkan pemain U20 kepada sang pelatih Nova Aryanto untuk dididik dan dilatih dengan baik. “Saya percaya pada Nova. Saya kenal dia di Timnas sebagai asisten pelatih. Saya yakin dia mampu melatih para pemain,” katanya.

Akhir kata, Sumardji mengatakan, dirinya sudah 45 tahun di Bhayangkara. Bila dikatakan sudah cape, memang benar. Tapi karena Pak Condro (Komjen Condro Kirono), mungkin dirinya sudah tak bisa tahan lagi.

“Pak Condro lah yang membimbing dan terus menyemangati saya. Sampai saya akhirnya sudah mendarah daging disepak bola. Terima kasih Pak Condro,” tutup Sumardji. (Kds)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here