Kekeringan di Tujuh Provinsi, Bamsoet Minta Pemerintah Lakukan Strategi Jangka Pendek

0
Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo.

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Kekeringan semakin memburuk dan meluas hingga ke tujuh provinsi di Indonesia, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur, serta 9.940 hektare lahan dinyatakan gagal panen akibat kekeringan.

Terkait hal tersebut, Ketua DPR RI Bambang Soesatyo dalam pernyataan persnya di Jakarta, Jumat (19/7/2019), mendorong Pemerintah Pusat bersama Pemerintah Daerah (Pemda) dan instansi/lembaga terkait untuk berkomitmen melakukan strategi jangka pendek dan jangka panjang dalam upaya penanganan kekeringan.

“Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) agar rutin melakukan pendistribusian air bersih ke wilayah-wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan dan menambah jumlah mobil tangki,” kata Bamsoet sapaan akrab politisi Partai Golkar itu.

Pemerintah, pinta Bamsoet, untuk melakukan revitalisasi Daerah Aliran Sungai (DAS), danau, serta membuat embung atau waduk yang dapat menampung air dalam jumlah yang banyak. Selain itu, Pemerintah juga diminta agar mempersiapkan alokasi dana guna menangani fenomena kekeringan yang terjadi di sejumlah daerah.

“Kami juga Kementerian Pertanian (Kementan) bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR), Dinas Pertanian dan Dinas Pekerjaan Umum Daerah untuk melakukan perbaikan sistem irigasi di lahan-lahan pertanian terutama di daerah-daerah yang sering mengalami kekeringan, guna meminimalisir terjadinya gagal panen ke depannya, mengingat puncak kekeringan diprediksi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) akan terjadi di bulan Agustus,” tuturnya.

Selain itu, lanjut Ketua DPR RI itu, Kementan bersama Dinas Pertanian dan Pemerintah Daerah (Pemda) agar memberikan penyuluhan dan sosialisasi kepada petani mengenai lahan yang dimiliki, sehingga petani dapat menanam jenis tanaman sesuai dengan kondisi lahan yang ada, seperti dengan memperkenalkan padi gogo kepada para petani sebagai alternatif padi yang lebih tahan terhadap kekeringan ataupun beralih ke tanaman palawija, serta mempersiapkan alat pompa di lahan-lahan yang masih memiliki potensi air, sehingga tidak menghambat hasil produksi pangan.

Bamsoet juga mendorong BMKG untuk terus mengupdate situasi cuaca terkini, baik melalui media cetak, siber, maupun siaran, agar masyarakat dapat melakukan antisipasi dalam menghadapi kondisi cuaca, terutama kepada petani, mengingat perlu waktu untuk mempersiapkan kondisi pertanian agar tidak terjadi gagal panen.

“Dan, kami mengimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan air, membuat sumur resapan yang dapat menampung air, dan secara rutin melakukan kegiatan tanam pohon bernilai ekonomis-ekologis guna menjaga resapan air di lingkungan sekitar rumah,” demikian Ketua DPR RI. (Aldo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here