Jamin Ginting: Tanpa Grand Design, Pemberantasan Korupsi Sebatas :Lips Service

0
Pakar Pidana Universitas Pelita Harapan (UPH), Jamin Ginting, SH. MH stelan jas hitam. (Foto: Jimmy)

BERITABUANA.CO. JAKARTA – Panitia Seleksi (Pansel) KPK harus memiliki grand design pencegahan korupsi jangka panjang. Tanpa itu, jangan harap korupsi bisa diberantas di Indonesia.

Begitu pandangan Pakar Pidana Universitas Pelita Harapan (UPH), Jamin Ginting, SH. MH pada Dialektika Demokrasi bertema “Mencari Pemberantas Korupsi yang Mumpuni”, di Media Center Gedung Nusantara III DPR RI, Kamis (18/7/2019).

Sedangkan pembicara lainnya, Anggota Komisi III DPR, Trimedya Pandjaitan, Ketua KPK Jilid II, Antasari Azhar dan Ketua Pansel KPK Yenti Ganarsih.

Melanjutkan pernyataanya, Jamin Ginting menegaskan hal itu terkait kerja Pansel KPK yang menseleksi calon pimpinan KPK.

“Saya berharap Pansel , tolong pilih orang yang bisa membuat grand design pencegahan korupsi untuk jangka waktu 15 sampai 20 tahun mendatang,” tegasnya.

Jamin Ginting mengatakan pola itu harus dipakai dan dilaksanakan oleh siapapun terpilih menjadi pimpinan KPK. Kalau grand design pencegahan korupsi dibuat dan dilaksanakan maka KPK diyakininya tidak bakal menjadi seperti tukang sapu.

“Kerja KPK hanya nyapu-nyapu saja dan tidak punya grand design untuk membeli vakum cleaner yang bisa berjalan sendiri begitu,” kata Jamin lagi.

Dia melanjutkan jika grand design dibuat yang perlu dicari adalah orang-orang yang memiliki komitmen tinggi untuk memberantas korupsi. Bukan seperti KPK saat ini yang hanya fokus gelar Operasi Tangkap Tangan (OTT).

“KPK jangan hanya tugasnya OTT,l saja atau penindakan saja tetapi juga pencegahan. Dan pencegahan pun jangan pula sebatas lips service belaka tapi bikin program ” tandas Jamin Ginting lagi. (Hendri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here