BERITABUANA.CO, JAKARTA –  Meskipun sudah tidak terpilih lagi, anggota DPR Lili Asdjudiredja masih tetap mengikuti rapat-rapat di Komisi VI. Kekalahannya dalam pemilu legislatif (pileg) 2019 lalu tidak membuat semangatnya memudar atau kendor. Sejak pertama kali menjadi anggota DPR, Lili memang dikenal disiplin menjalankan tugas-tugas di Senayan.

“Harus disiplin, dari dulu memang saya disiplin , taat dengan aturan-aturan,” ujar Lili menjawab beritabuana.co disela-sela rapat dengar pendapat Komisi VI dengan direksi PT Pertamina PT PLN dan PT Telkom di gedung DPR Senayan Jakarta, Kamis (18/7/2019).

Kader Partai Golkar ini pertama kali duduk di DPR setelah terpilih pada pemilu 1992 dari daerah pemilihan Jawa Barat(Jabar). Pada pemilu 1999, dia memang tidak mencalonkan ke DPR. Tapi di tahun 2001, Lili didapuk sebagai pimpinan Komisi Pemeriksa Kekayaan Penyelenggara Negara (KPKPN) yang dibentuk di era Presiden Abdurrahman Wahid.

Pada pemilu 2004, Lili kembali  maju sebagai caleg DPR RI dari dapil Jabar II dan berhasil lolos ke Senayan. Kemudian, di pemilu 2009 dan 2014  keanggotaannya di DPR bertahan karena di dua kali  pemilu itu dia tetap terpilih mewakili masyarakat Jabar II.

Pada pemilu 2019 lalu, Lili kembali mencalonkan diri, tetap dari dapil Jabar II. Sayang, pemilu kali ini dia gagal dan tidak lolos sebagai anggota DPR RI. 

Lili mengatakan, tidak ada alasan untuk bermalas-malasan menjadi anggota DPR karena  tidak terpilih.

“Kita masih digaji dan mendapat fasilitas sampai berakhir masa keanggotaan bersamaan pelantikan anggota DPR baru 1 Oktober nanti,” ujarnya.

Kedisiplinan juga ditunjukkan dalam soal waktu. Dia sudah hadir dalam ruangan setengah jam sebelum rapat dimulai.

“Rapat pagi ini kan dijadwalkan jam 10. Saya sudah datang setengah jam sebelum jam 10,” kata Lili yang sudah berusia 78 tahun.

Hal lain yang membuat Lili Asdjudiredja tetap menjalankan tugasnya, karena sumpah yang diucapkan pada waktu dilantik sebagai anggota DPR RI. Dia menyebut, sumpah yang disampaikan oleh setiap anggota DPR itu berat sehingga harus dijalankan secara sungguh-sungguh.

“Sumpah itu yang saya pegang dan dipenuhi selama menjadi anggota DPR,” ucap Lili sembari menyebut sebagian isi sumpah anggota DPR. Antara lain bunyi sumpah tersebut adalah bahwa setiap anggota DPR adalah menyampaikan aspirasi masyarakat yang diwakili.

DPR kata dia lagi dipilih oleh rakyat untuk menyalurkan aspirasi rakyat yang diwakili. Karena itu kata Lili, aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat harus disampaikan dan diperjuangkan ke pemerintah.

“Kan secara umum tugas DPR  melakukan pengawasan, membuat UU dan anggaran,” ujar Lili.

Dia memperkirakan, bila saat ini ada anggota DPR mulai malas karena tidak terpilih lagi pada waktu pileg, bisa saja karena anggota tersebut tidak memaknai tugasnya sebagai anggota DPR. (Asim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here