BERITABUANA.CO, JAKARTA – Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar digelar pada Desember 2019. Masih empat bulan lagi. Sementara kubu para pendukung Bambang Soesatyo mendesak Munas dipercepat Oktober 2019.
Di tengah dinamika yang terjadi, kantor DPP Partai Golkar di jalan Anggrek Neli Murni, Jakarta Barat, mendadak dijaga aparat kepolisian. Ada 1 SSK yang dikerahkan.
Namun penjagaan itu dianggap sebagai hal yang biasa. Seperti dikatakan Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily.
“Penjagaan itu sebenarnya sudah lama. Saya dikasi tahu oleh Pak sekjen sejak tiga hari yang lalu. Dan penjagaan itu biasa saja. Apalagi cuma 1 SSK  yang jumlahnya hanya 10 petugas,” kata Ace Hasan kepada wartawan di Gedung DPR, Rabu (17/7/2019).
Dia membantah kalau penjagaan tersebut untuk mengantisipasi kemungkinan terjadi hal-hal  yang tidak diinginkan di DPP Partai Golkar.
“Enggak, saya kira enggak. Biasa kan setiap saat, itu kan kantor Partai Golkar dan cukup luas. Jadi penjagaan biasa saja,” ujarnya.
Justru kalau dijaga lebih dari 100 personil, Ace menganggap wajar kalau muncul berbagai spekulasi.
Bahkan pihaknya menepis penjagaan itu berkaitan gonjang-ganjing pemilihan ketua umum Partai Golkar.
“Tidak ada kaitannya. Kan munasnya aja masih Desember,” kata Ace lagi. (Hendri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here