BERITABUANA.CO, JAKARTA – Aparat Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah terpaksa memasang garis polisi atau police line pada proyek pembangunan gedung pelayanan Balai Karantina Pertanian Kelas I, Semarang.

Pasalnya, pelaksanaan kegiatan proyek yang dilakukan subkontraktor PT Cipta Anugerah diduga melanggar hak paten penggunaan ijin pondasi Konstruksi Sarang Laba-laba (KSLL) yang dimiliki PT Katama Surya Bumi.

“Atas pengaduan itu, Unit Indagsi Kriminal Khusus Polda Jateng langsung melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke lokasi proyek di Jalan Sudirman No.81 Semarang,” kata Direktur PT Katama Surya Bumi, Lukman Suhardi kepada wartawan, di kantornya, Rabu (17/07/2019).

Bahkan, lanjut Lukman, seusai melakukan Sidak polisi juga membawa salah seorang dari kontraktor dan subkontraktor ke Polda Jateng untuk dimintai keterangan.

Sebelumnya, PT Katama Surya Bumi telah mengingatkan kepada Dinas Balai Karantina Pertanian Kota Semarang (Selaku Owner) harus mengurus ijin penggunaan pondasi KSLL dalam pembangunan Gedung Balai Karantina tersebut. Namun pihak Dinas Balai Karantina tidak pernah menghiraukannya.

“Atas dasar itulah kami (PT Katama Surya Bumi – red) telah melayangkan surat Somasi sebanyak dua kali. Yaitu pada bulan April dan Mei 2019 lalu. Namun hal itu tak mau dihiraukan, dengan alasan PT Katama Surya Bumi tak ada hubungannya dengan Owner. Mereka (Owner-red) hanya mau berhubungan dengan konsultan perencanaan saja,” ungkap Lukman menambahkan.

Meskipun demikian, Lukman berharap, Somasi yang berujung pada pemasangan garis polisi hingga tertundanya pembangunan gedung Balai Karantina tersebut jangan sampai merugikan kepentingan umum.

Diketahui, pemilik PT Anugerah Cipta Indonesia, Ryantori ditengarai sering kali melanggar hukum. Bahkan Ryantori juga tercatat sebagai tersangka dalam perkara yang sama di Bareskrim Mabes Polri, hingga kini perkara pelanggaran hak paten tersebut masih terus berlanjut. Oisa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here