RUU Pertanahan Akan Jadi Payung Hukum Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Viva Yoga, Anggota Pansus RUU Pertanahan DPR RI Hendri Yosodiningrat dan Direktur Eksekutif APHI Purwadi Soeprihanto. (Foto : Jimmy)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Menyadari pentingnya Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pertanahan, karena terkait dengan banyak hal. Misalnya antara rakyat dengan negara, rakyat dengan swasta, dan terdapat 500 lebih UU terkait tanah yang masih tumpang-tindih, maka DPR dan pemerintah jangan tergesa-gesa untuk mengesahkannya.

Anggota Komisi II DPR RI, Henry Yosodiningrat menyampaikan ini saat menjadi pembicara dalam Forum Legislasi tentang “RUU Pertanahan: Menysejahterakan atau Sengsarakan Rakyat?” di Media Center Gedung Nusantara III di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (16/7/2019).

RUU Pertanahan ini, menurut politisi dari PDI Perjuangan itu, jadi tuntutan mutlak dan harus ada, karena akan menjadi payung hukum bagi seluruh rakyat.

“Apalagi masih ada 100 UU terkait pertanahan yang harus disingkronkan. Jadi, RUU ini mesti disempurnakan oleh anggota DPR RI mendatang,” tegasnya.

Karena itu, Henry minta pemerintah merevisi dan menyempurnakan draft RUU yang ada sebelum dibahas lagi dengan DPR mendatang. Termasuk hak guna bangunan (GHB) yang dari 25 tahun menjadi 40 tahun, hak guna usaha (HGU) dan lain-lain.

Bekas pengacara itu pun menyontohkan kasus di Lampung Barat yang dikenal dengan kopinya, tapi petani menanam di tanah negara atau kawasan nasional.

“Kalau berpihak pada rakyat, mestinya hak atas tanah itu bisa diubah agar tidak merugikan petani dan kehilangan hasil kopi yang baik itu,” tambahnya.

Kesempatan sama Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Viva Yoga Mauladi menyatakan hal yang sama agar RUU Pertanahan dilakukan singkronisasi dan melibatkan berbagai pihak terkait; Kementerian Perhubungan, Kementerian ATR, Pertanian, Lingkungan Hidup (LH), KADIN, LSM, asosiasi pertanahan, hak-hak wilayat, adat dan lain-lain.

“Karena pentingnya RUU ini sebaiknya Baleg merubah statusnya dari Panja ke Pansus. Jangan terburu-buru agar tidak menimbulkan kecurigaan, siapa yang bermain ini?” pungkas politisi dari PAN itu. (Kds)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here