Polres Metro Jakarta Barat Amankan Sabu 30 Kilogram Dalam Dashbord Mobil

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Satres Narkoba Polres Metro Jakarta Barat mengamankan sabu 30 kilogram dari 4 tersangka HA (26), AR (20), PA (49) dan SB (37) di daerah Pekanbaru, Riau, pada Selasa (9/7/2019).

Kanit 1 Satnarkoba Polres Metro Jakarta Barat, AKP Arief Purnama Oktora mengatakan pengungkapan ini hasil pengembangan selama 3 bulan terakhir, dimana berdasarkan keterangan tersangka kasus sabu 120 kilogram, menyebut akan ada sabu yang masuk ke Jakarta dari perairan Malaysia.

Dari hasil keterangan itu, pihaknya melakukan analisa mendalam untuk mengetahui identitas para pelaku. Diketahui jika sabu akan dikirim ke Jakarta dari Riau. Petugas pun langsung menuju ke lokasi.

“Jadi petugas telah mengikuti aktifitas dari bandar atau kurir narkoba tersebut selama 3 bulan terakhir. Ketika mobil berplat B berhenti di salah satu sungai di wilayah Dumai. Kami mengikuti dan menyakini keberadaan barang tersebut yang akan dikirim ke Jakarta,” kata Arief Purnama Oktora, Selasa (16/7/2019).

Aksi penangkapan ini sempat mewarnai tembakan petugas karena kendaraan yang membawa narkoba itu berusaha menghindari penangkapan, sehingga dilakukan tindakan tegas dengan menembak ban mobil untuk menghentikan laju kendaraan pelaku.

Dari penangkapan itu diamankan 3 orang pelaku yang membawa dua buah mobil Daihatsu Xenia. Dimana saat dilakukan pengeledahan para tersangka menyembunyikan sabu di dashboard mobil yang sudah didesain.

Pengakuan ketiga pelaku jika barang haram tersebut rencananya akan dibawa ke SB yang nantinya akan dibawa ke Jakarta. Selanjutnya melalui control delivery petugas berhasil mengamankan SB.

“Pelaku SB kami amankan di Pekanbaru, dimana hasil intrograsi petugas barang tersebut atas perintah MB yang saat ini masih DPO. Rencananya sabu tersebut akan diedarkan ke Jakarta,” tambahnya.

Berdasarkan keterangan yang didapat, Arief mengungkapkan bahwa asal mula sabu tersebut diseberangkan dari Malaysia diduga sabu itu berasal dari Myanmar. Pola pengiriman yang dilakukan pelaku masih sama yaitu ship to ship.

“Barang ini dari perairan timur Sumatera masuk melalui Dumai. Sabu dipecah di atas kapal, lalu diedarkan sesuai pesanan melalui jalur darat,” ucapnya.

Menurut Arief ke empat pelaku ini memiliki peran masing-masing diantaranya sebagai pengendali kendaraan yang digunakan untuk mengambil barang haram tersebut secara estafet.

Para pelaku memang sudah menyiapkan kendaraan tersebut, dan nanti setelah selesai akan dijual kembali. Aksi kedua ini berhasil diungkap, setiap aksi mereka mendapat upah Rp 150 juta.

“Mobil ini sudah disiapkan, sudah tidak pakai AC dan barang itu dimasukan kedalam dashbord. Setiap aktiftas mereka membeli kendaraan dan nanti dijual kembali,” ujarnya.

Akibat berbuatan pelaku, tersangka dijerat pasal 114 ayat (2) subsider pasal 112 (2) junto pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Repulik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. (Min)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here