Agus Hermanto Tegaskan, Surat Presiden Soal Baiq Nuril akan Dibahas di Rapat Bamus

0
Rapat Paripurna DPR RI.

BERITABUANA.CO JAKARTA – Dewan Perwakilan Rakyat mengakui telah menerima surat dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang berisi permintaan pertimbangan dalam rencana pemberian amnesti kepada terpidana Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) Baiq Nuril Maknun, Senin (15/7/2019) kemarin.

Surat dari presiden itu dibacakan dalam Rapat Paripurna DPR RI yang dipimpin Wakil Ketua-nya Agus Hermanto, Selasa (16/7/2019) di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.

Diawal pembukaan sidang, politisi dari Partai Demokrat itu menyatakan, pimpinan DPR telah menerima dua surat. Salah satunya adalah surat permintaan pertimbangan dari presiden bernomor Nomor R-28/Pres/07/2019 tanggal 5 Juli 2019.

Sayangnya, Agus tidak menyebut permintaan pertimbangan apa yang dimaksud. Agus lantas membacakan surat kedua dari DPD RI.

“Untuk surat tersebut sesuai peraturan DPR Nomor 1 Tahun 2014 tentang Tata Tertib akan dibahas sesuai mekanisme yang berlaku,” katanya lagi.

Dia pun menskors rapat untuk mempersilakan Menteri Keuangan Sri Mulyani dan jajaran masuk ke dalam ruang rapat paripurna mengingat agenda pertama adalah Tanggapan Pemerintah terhadap Pandangan Fraksi-Fraksi atas Rancangan Undang-Undang tentang Pertanggungjawaban atas Pelaksanaan APBN (P2APBN) Tahun Anggaran 2018.

“Kami beri kesempatan kepada Ibu Sri Mulyani, Menteri Keuangan RI dan jajaran untuk masuk ke ruangan,” tambah Agus.

Setelah skors dicabut, anggota DPR Fraksi PDI Perjuangan Rieke Diah Pitaloka langsung melakukan interupsi. Rieke meminta penjelasan pimpinan DPR soal surat pertimbangan yang telah dibacakan Agus tadi.

“Pimpinan, tadi kami kurang jelas. Ada surat masuk dari Presiden RI untuk meminta pertimbangan DPR RI. Dengan sangat hormat, kami mohon penjelasan surat dari presiden untuk meminta pertimbangan DPR RI tersebut, apakah pertimbangan amnesti kepada Saudara Baiq Nuril,” kata Rieke.

Dia melanjutkan, kalau memang benar surat pertimbangan itu untuk amnesti kepada Baiq Nuril, maka harus segera dibahas dalam rapat Badan Musyawarah (Bamus) setelah paripurna.

“Jika iya kami mohon bantuan kepada pimpinan DPR, semoga dalam rapat Bamus siang hari nanti dapat berjuang bersama untuk segera memberikan pertimbangan di komisi III DPR,” lanjut politisi dari PDI Perjuangan itu.

Agus Hermanto menjawab bahwa benar surat pertimbangan yang dimaksud adalah untuk amensti Baiq Nuril. Hanya saja, wakil ketua Dewan Permbina Partai Demokrat itu mengatakan, dalam surat tersebut belum ditulis lengkap.

“Terima kasih Ibu Rieke. Memang betul yang tadi sudah saya baca hal permintaan pertimbangan di sini memang belum ditulis, karena memang konsepnya belum ditulis, tetapi yang benar adalah untuk Baiq Nuril. Nanti siang ada rapat Bamus nanti juga akan dibahas di rapat Bamus,” katanya. (Hendri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here