Ada Empat Pilar MPR, Rekonsiliasi Paska Pilpres 2019 Tak Diperlukan

0
Anggota Fraksi Gerindra MPR RI, Sodik Mujahid memberikan penjelasannya disaksikan Anggota Fraksi NasDem MPR RI, Syarief Abdullah Alkadrie. (Foto: Jimmy)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Anggota Fraksi Gerindra MPR RI, Sodik Mudjahid mengatakan, penggunaan istilah rekonsialsi paska pemilihan presiden Pilpres 2019 dinilai berlebihan. Ibarat pertandingan sepakbola antara Barcelona versus Real Madrid, setelah ada yang menang dan kalah, maka para pemain dari dua tim bersalaman dan pertandingan berakhir.

“Jadi rekonsiliasi sendiri, saya pikir kita agak berlebihan karena ketika seseorang sudah lepas kontestasi, orang sudah bertanding, ya selesai. Ibarat dua tim raksasa Barcelona dengan Real Madrid usai bertarung cukup dengan bersalaman di lapangan lalu selesai,” kata Sodik Mudjahid pada diskusi Empat Pilar MPR bertema “Rekonsiliasi untuk Persatuan Bangsa” di Media Center Gedung Nusantara III di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (15/7/2019).

Dia menegaskan setelah Pilpres 2019 tidak perlu ada rekonsiliasi Mengapa? Menurut Wakil Ketua Komisi VIII DPR, selama dalam bingkai empat pilar MPR, Pancasila, UUD 1945 dan NKRI, tidak perlu ada eklusivitas dari rekonsiliasi.

“Apalagi selama kita kampanye kemarin tidak ada satupun pelanggaran terhadap empat pilar itu,” katanya lagi.

Rekonsiliasi, menurut Sodik justru diperlukan jika ada pihak-pihak atau kelompok tertentu yang tadinya ingin memisahkan diri dan kemudian sadar dan kembali ke pangkuan NKRI. Untuk itu, ia menyarankan nilai-nilai dari rekonsilasi dan koalisi harus diajarkan kepada masyarakat.

“Sebab rekonsiliasi dengan koalisi berbeda. Dan tidak ada kewajiban rekonsiliasi selama masih dalam kerangka empat pilar itu,” kata Sodik. (Hendri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here