BPJSTK – PJT II Kolaborasi Lindungi Masyarakat di Lokasi Wisata Jatiluhur

BERITABUANA.CO, PURWAKARTA– BPJS Ketenagakerjaan (BPJSTK) terus memperluas cakupan kepesertaannya di Indonesia terutama pegawai pemerintahan tingkat kementerian dan lembaga serta instansi BUMN maupun BUMD seperti Perum Jasa Tirta (PJT) II di Provinsi Jawa Barat meski telah terdaftar sebagai peserta.

“Kami tentunya mendukung penuh sinergi kelembagaan negara yang sebelumnya sudah kami lakukan dengan banyak pihak di Indonesia dalam berbagai sektor, sebagai contoh pada hari ini kita menjalin hal tersebut dengan PJT II,” kata Dirut BPJSTK Agus Susanto di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Minggu (14/7/2019) seusai menyaksikan MoU antara Direktur Keuangan PJT II Haris Zulkarnain dengan Deputi Direktur Wilayah Jawa Barat Kuswahyudi.

Penandatangan nota kesepahan itu “Tentang Kolaborasi Dalam Bidang Keselamatan Kerja Dan Pengembangan Pariwisata”. Sehubungan hal itu, Agus berharap pihaknya dapat melaksanakan sosialisasi sebanyak mungkin perihal program BPJSTK dan manfaatnya pada masyarkat pekerja maupun di lingkungan kerja PJT II. Selain itu, pihaknya bersama PJT II juga turut berkontribusi dalam memperhatikan kesejahteraan masyarakat sekitar khususnya pengembangan pariwisata di Waduk Jatiluhur.

Waduk Jatikuhur adalah terbesar di Indonesia dan dikelola PJT II sehingga dapat meningkatkan kegiatan ekonomi masyarakat sekitarnya. “Untuk itu, BPJSTK bersama dengan PJT II melakukan kolaborasi terkait dengan perlindungan bagi pelaku UMKM dan peternak ikan kolam jaring apung yang ada disekitar waduk,” tutur Agus.

PJT II juga membangun sinergi kelembagaan dalam dukungan implementasi jaminan sosial ketenagakerjaan bagi masyarakat pekerja yang berada dilokasi sekitar Waduk Jatiluhur serta ikut andil dalam pelaksanaan aktivitas kerja dengan memperhatikan aspek penekanan angka kecelakaan kerja. Perum Jasa Tirta II sendiri telah mendaftarkan jajaran direksi, dewan pengawas hingga pekerjanya pada program BPJS Ketanagakerjaan sebanyak 2. 297 pekerja.

Mengenai dukungan pada sektor pariwisata di Jatiluhur, menurut Agus, terlihat dalam kegiatan stand up paddle board yang dilakukan oleh jajaran PJT dengan mengundang komunitas SUP Indonesia (SUP.Id) yang akan mengikuti event BPJS Ketenagakerjaan Belitung Geopark International Stand Up Paddle and Kayak Marathon di Tanjung Kelayang, Belitung pada 2-4 Agustus yang akan datang.

Sementara, Dirut Perum Jasa Tirta II Jatiluhur, U Saefudin Noer mengatakan, upaya pengembangan kawasan Waduk Jatiluhur terus dilakukan, baik sektor pelayanan penyedian air, pariwisata dan sektor ekonomi kreatif lainnya. “Kita punya lokasi yang sangat indah di Jatiluhur. Itu memang potensi aset negara yang strategis untuk pariwisata, termasuk di dalamnya pengembangan UMKM pelaku pariwisata,” jelasnya.

Jika pengembangan sektor wisata air tersebut terwujud, menurut Saefudin, maka akan memberikan manfaat lain seperti meningkatkan fungsi sosial hingga fungsi konservasi atau penataan lingkungan. Terkait kerjasama ini Kuswahyudi berharap BPJST dapat menambah kesepertaan sekitar 30 ribu dari sektir pekerja jaring ikan dan UMKM. (Ful)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here