DPR Akan Evaluasi Penyebab Kematian Petugas KPPS

0

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Anggota Komisi II DPR RI Abdul Hakam Naja menyebutakan angka kematian petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) pada Pemilu 2019 naik 4 kali lipat jika dibandingkan dengan Pemilu 2014. Menurutnya hal ini perlu di evaluasi lebih komprehensif, sehingga diketahui penyebab dari tingginya angka kematian tersebut.

“Petugas yang meninggal naik 4 kali lipat dibandingkan pada Pemilu 2014. Dikabarkan, petugas Pemilu yang meninggal pada Pemilu 2019 lalu hampir 600 orang,” kata Hakam Naja dihbungi wartawan, Kamis (11/7/2019).

Terkait hal ini, tentu DPR sebagai pembuat Undang-Undang (UU) ingin melihat ini lebih komprehensif, kami harus melakukan evaluasi penyebab banyak petugas yang meninggal ini.

“Apakah dari riwayat kesehatannya, atau karena bebannya terlalu berat, atau karena tekanan mental yang begitu besar, karena ada 2 event besar, Pileg dan Pilpres,” ujarnya.

Menurut Hakam, insiden ini akan menjadi bahan evaluasi DPR dalam menyusun UU, apakah Pemilu yang meliputi Pileg dan Pilpres akan tetap digabung atau dipisah, karena menurutnya ini juga merupakan keputusan dari Mahkamah Konstitusi (MK). Karena itu, ia meminta laporan terkait hal tersebut dari berbagai daerah dan akan dievaluasi secara nasional, agar Pemilu ke depan lebih baik dan tidak lagi mengalami problem yang sama dengan Pemilu 2019.

“Selain itu, juga membahas tentang Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) milik KPU yang tidak tuntas dan tidak ada penyelesaian yang komprehensif,” tambahnya.

Sebab menurut Hakam, situng itu bisa jadi modal dasar pemanfaatan teknologi informasi, karena dinilai jika menggunakan teknologi akan bisa lebih baik lagi.

“Ini sekarang malah mengandalkan manual, tapi sistem penghitungan secara elektroniknya belum selesai. Ini jadi menimbulkan pertanyaan terhadap integritas sistemnya,” cetusnya.

Padahal, pihaknya berharap dengan Situng ini bagus, maka pemanfaatan teknologi ke depan akan bisa lebih singkat. Ke depannya kita akan terus berusaha mengoptimalkan pemanfaatan teknologi untuk digunakan dalam Pemilu ini.

“Pengalaman kemarin, Situngnya lebih buruk dari 2004, kami harap ke depannya bisa diperbaiki lagi,: pungkas Hakam. (Aldo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here