BERITABUANA.CO, JAKARTA – Ke depan, Indonesia masih dibayang-bayangi persoalan politik yang rumit. Makanya peran seorang Ketua MPR menjadi sangat penting.

Begitu dikatakan Pakar Hukum Tatanegara, Margarito Kamis pada diskusi Empat Pilar MPR bertema “Menjaga Politik Kebangsaan, Layakkah Semua Fraksi di Kursi Pimpinan MPR?” di Media Center Gedung Nusantara III di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (8/7/2019).

Selain Margarito, pembicara lainnya dua anggota MPR yakni Anggota Fraksi PDIP MPR RI, Prof Hendrawan Supratikno dan Anggota Fraksi Demokrat MPR RI, Mulyadi.

Melanjutkan pernyataanya, Margarito menyampaikan saran agar diperhitungkan secara matang komposisi pimpinan MPR. Dia menilai kader PKB perlu diperhitungkan untuk duduk dalam jabatan tersebut.

“Karena penting itulah maka musti dihitung baik-baik. Mungkin dalam komposisi perolehan suara PKB berada di rangking 5. Tapi jangan lupa perlu dipertimbangkan dalam rangka stabilisasi atmosfir kehidupan berbangsa,” katanya.

Setidaknya, dia melanjutkan, ada dua kekuatan politik besar yakni nasionalis dan religius, setidak-tidaknya mewakili kelompok Islam dan NU. Pihaknya melihat PKB mewakili kelompok tersebut.

Nah itu ketua MPR, Margarito angkat bicara. Menurut penilaiannya, MPR perlu dipimpin oleh tokoh sekaliber Taufik Kiemas.

“Harus dicari orang yang relatif seperti Pak Taufik Kiemas yang bisa menjadi penghubung dan perekat antara kelompok-kelompok dan kekuatan politik yang saling berbeda,” ujarnya.

Selain itu dia melanjutkan, pimpinan MPR mendatang akan jauh lebih bagus kalau bisa mengambil peran informal menjembatani perbedaan-perbedaan tertentu antara DPD dan DPR.

“Memiliki kekuatan integritas,” demikian Margarito. (Hendri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here