BERITABUANA.CO, JAKARTA – Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang baru harus profesional dan punya nyali dalam memberantas korupsi. Mereka punya keberanian dalam mengeksekusi siapa pun yang terlibat korupsi.

Demikian pendapat pengamat dan penggiat anti korupsi Adilsyah Lubis menanggapi hasil panitia seleksi (Pansel) calon pimpinan KPK  periode 2019-2023 yang telah ditutup pendaftarannya.

Ada 348 orang mendaftar untuk mengikuti seleksi calon pimpinan (capim) KPK. Mereka berasal dari profesi seperti pengacara, akademisi, jaksa, polisi, auditor hingga komisioner dan pegawai KPK.

“Karena sampai saat ini banyak kasus-kasus korupsi yang masih menggantung, sehingga menjadi pertanyaan di masyarakat, penanganannya tidak jelas,” kata Adilsyah menjawab beritabuana.co di Jakarta, Minggu (7/7/2019).

Dia melanjutkan, ada kasus dugaan korupsi yang sudah masuk tahap penyidikan namun tidak ada tindak lanjutnya. Kasus ini lah menurut Adilsyah menjadi pekerjaan rumah (PR) pimpinan KPK yang baru.

“Pimpinan KPK nanti bisa mengeksekusi secara cepat dan cermat,” kata Adilsyah tanpa menyebut kasus yang menggantung tersebut.

Dia hanya mengatakan, tidak ditindaklanjuti kasus tersebut apakah karena kurang bukti atau kekurangan saksi. Karena itu kata Adilsyah, pimpinan KPK yang baru membuat terobosan hingga mengeksekusi kasusnya.

“Kasus korupsi yang belum ditindaklanjuti menjadi pertanyaan di masyarakat, jangan sampai kasus itu mengendap,“ kata Adilsyah.

Menjawab pertanyaan, dia menyatakan pimpinan KPK nanti sebaiknya kombinasi antara kepolisian, kejaksaan, profesional, pengacara dan aktifis LSM maupun dari perguruan tinggi. Kombinasi tersebut lanjut Adilsyah membuat penanganan perkara korupsi dikaji dari berbagai aspek.

“Kasus-kasus korupsi bisa ditelaah dari berbagai sudut pandang,” katanya.

Adilsyah berharap, pimpinan KPK yang baru harus segera mengeksekusi perkara yang belum ditindaklanjuti oleh pimpinan KPK yang lama. Pimpinan KPK yang baru menyelesaikan kasusnya supaya ada kejelasan.

“Ada perkara yang menumpuk, yang tidak diselesaikan oleh pimpinan KPK sebelumnya,” imbuhnya.  (Asim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here