BERITABUANA.CO, JAKARTA – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI P) tidak perlu meminta jatah menteri ke Joko Widodo(Jokowi). Partai ini percaya, presiden terpilih pasti akan memberi yang terbaik, karena Jokowi merupakan kader partai.

“Setahu saya PDI Perjuangan tidak harus  meminta, pasti akan diberikan yang terbaik. Kenapa ? Karena memang beliau juga datang  PDI Perjuangan,” kata Wakil Sekjen DPP PDI P Erico Soetarduga menjawab wartawan di kantor DPP PDI P, Jalan Diponegoro 58, Jakarta, Kamis (4/7/2019).

Soal pembagian jatah menteri di Kabinet Indonesia Kerja jilid II, Erico menegaskan, sikap PDI P sudah jelas, yaitu memberikan hak sepenuhnya kepada Jokowi.

“Biarlah nanti dua tokoh besar, Pak Jokowi dan Ibu Megawati, memutuskan siapapun atau berapa orang, jangan kita lah melihat ini apakah sekian orang, belum tentu, tapi kami menyakini bapak Joko Widodo tidak mendikotomikan antara yang disebut profesional yang datang dari partai atau tidak datang dari partai,” terang Erico.

Lebih lanjut dia menyatakan,  tidak ada yang salah apabila ada koalisi partai politik  pendukung Jokowi – Maruf Amin sudah meminta jatah kursi menteri kepada Jokowi. Hal itu boleh-boleh saja karena masing-masing partai punya hak meminta jatah menteri.

“Kalau misalnya Pakan  minta 10 menteri atau Nasdem minta 11 menteri , ya wajar saja, tidak ada yang keliru dalam hal itu. Namanya juga permintaan. Tetapi sekali lagi bahwa  kami tentu tidak ingin mencampuri hak masing-masing partai dan kedaulatan dari masing-masing partai,” kata Erico.

Namun diingatkan, Presiden Jokowi  yang memiliki hak sepenuhnya dan itu sudah kesepakatan bersama,  Presiden Jokowi punya hak pregogratif. PDI P sebagai partai pengusung dan Jokowi sebagai kader terbaik partai kata Erico, tentu didukung apa yang diputuskan.

“Beliau sebagai negawaran yang mempunyai suatu etika yang luar biasa selalu membicarakan hal itu,  juga dengan ketua-ketua umum partai koalisi termasuk dengan Ibu Megawati Soekarnoputri,” kata Erico.

Masih terkait soal kursi menteri,dia menjelaskan pengertian anak muda atau generasi milienal calon menteri seperti yang pernah disampaikan Jokowi dan Maruf Amin, bukan berarti muda karena usianya.

“Kita jangan mendeskripsikan bahwa yang muda itu harus berusia dibawah 30, kalau kami rasa tidak seperti itu yang disampaikan bapak presiden Joko Widodo, tapi muda dalam bertindak, agresif dalam bertindak, progresif, cepat menyikapi, tidak tinggal diam, tidak tinggal dibelakang meja, seperti itu yang diharapkan beliau, menurut kami ya,” kata Erico. (Asim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here