BERITABUANA.CO, JAKARTA – Salah satu dari dua tersangka pemberi suap kepada Asisten Tindak Pidana Umum Kejaksaan Tinggi (Aspidum Kajati) DKI Jakarta, Agus Winoto dalam perkara suap terkait penanganan perkara di Pengadilan Negeri Jakarta Barat (PN Jakbar) tahun 2019, Sendy Perico menyerahkan diri ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Minggu (30/6/2019).

Hal tersebut disampaikan Juru Bicara KPK, Febri Diansyah kepada awak media di Gedung Merah Putih KPK Jalan Kuningan Raya, Jakarta Selatan, Senin (1/7/2019).

Dikatakan Febri, setelah tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan, Sendy Perico pun resmi ditahan.

“Pada Minggu siang sekitar Pukul 15.00 WIB, tersangka SPE, swasta datang menyerahkan diri ke KPK dan setelah proses pemeriksaan dilakukan penahanan 20 hari pertama di Rutan cab KPK di belakang gedung merah putih KPK,” katanya.

Sebelumnya dalam Konferensi pers yang dilakukan KPK, Sabtu (29/6/2019) meminta Sendy Perico, yang belum diketahui keberadaanya dimana untuk meyerahkan diri ke KPK.

Febri pun menambahkan, jika pada proses lanjutan penyidikan kasus dalam perkara ini, KPK membutuhkan kerja sama dengan Kejaksaan Agung dalam proses penyidikan dan berbagai hal lainnya.

“Pada proses lanjutan ini, tentu KPK akan membutuhkan kerjasama dalam melakukan Penyidikan. Dalam pertemuan dengan pihak Kejaksaan sebelumnya hal tersebut juga dibahas, KPK dan Kejaksaan akan tetap menjalin kerjasama dalam berbagai hal, termasuk konteks perkara ini,” tambahnya lagi.

Menjawab pertanyaan wartawan, Febri menjelaskan bahwa isu yang berkembang diluar terkait pertanyaan, apakah benar KPK telah melimpahkan penyidikan perkara ini.

“Kami sampaikan bahwa perkara ini ditangani KPK sejak proses Penyelidikan hingga Penyidikan sekarang. Jadi tidak benar jika disebut, KPK menyerahkan atau melimpahkan Penyidikan ke Kejaksaan,” jawab Febri.

Sedang terkait bagaimana dengan 2 orang Jaksa lain yang juga dibawa saat dilakukan operasi tangkap tangan (OTT) namun tidak ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, Febri menjawab hal tersebut dikarenakan 2 orang jaksa tersebut merupakan pegawai kejaksaan yang sewajarnya diserahkan kembali ke Kejaksaan untuk proses lebih lanjut.

“Karena 2 orang yang dimintakan keterangan tersebut merupakan pegawai Kejaksaan, maka sudah sewajarnya jika mereka diserahkan kembali ke Kejaksaan dalam hal diperlukan proses internal lebih lanjut di sana. Hal itulah yang kami sebut, KPK percaya Kejaksaan akan profesional menangani atau memproses 2 orang tersebut,” tanbahnya.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan seorang jaksa dari Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, seorang pengacara, dan seorang pengusaha sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap.

Para tersangka tersebut yakni Asisten Pidana Umum Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Agus Winoto (AWN), Sendy Pericho (SPE) dari pihak swasta, dan Alvin Suherman (AVS) berstatus pengacara. (Ardi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here