BERITABUANA.CO, JAKARTA – Lembaga Pengkajian MPR RI membahas posisi Indonesia yang sangat strategis di kawasan Asia Pasifik dan Asia Tenggara dalam round table discussion (RTD), Selasa (2/7/2019).

“Indonesia tidak dapat mengelak dari isu-isu strategis lingkup kawasan maupun skala global,” kata Ketua Lembaga Pengkajian MPR RI Rully Chairul Azwar kepada wartawan di Loby Gedung Nusantara IV di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (1/6/2019).

Perang dagang AS-RRT, menurut Rully bagaimanapun dapat berimbas ke perekonomian nasional, sehingga manakala tidak terantisipasi, bisa memicu kerugian.

“Disisi lain, perkembangan GEO strategis global juga diwarnai oleh berbagai ketegangan di sejumlah kawasan, termasuk di kawasan Asia Pasifik,” jelasnya.

Dikatakan, RTD juga membahas beragam ancaman, misalnya bagaimana Indonesia menghadapi kejahatan antar kawasan. Selain ancaman terorisme kata Rully, ragam ancaman lain yang termasuk ke kategori trans nasional crime adalah peredaran narkoba, ilegal logging, ilegal fishing, human traficking.

“Semua itu dilakukan dengan menerobos berbagai wilayah negara, dengan memanfaatkan jaringan global dan fenomena globalisasi yang ditandai pula oleh perkembangan teknologi transportasi dan informasi yang semakin canggih,” jelas Rully.

Menurut politisi Golkar itu, dinamika dan perkembangan global, secara khusus dapat berdampak pada Indonesia yang memiliki posisi sangat strategis. Ancaman militer maupun non militer yang terus berkembang dan dapat melemahkan wilayah negara dan hankam kata Rully, harus dapat diantisipasi dengan baik.

“RTD dengan tema wilayah negara dan sistem pertahanan dan keamanan menurut UUD kita harapkan mampu mendiskusikan isu-isu strategis yang relevan dengan dinamika dan perkembangan global, regional dan nasional,” kata Rully.

Sejumlah tokoh akan hadir sebagai pembicara dalam RTD ini, mulai dari kalangan TNI, Polri, berbagai pakar dan pengamat militer yang kompeten. (Asim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here