BERITABUANA.CO, KUPANG – Program INOVASI di Sumba, berhasil direplikasi oleh 17 kabupaten/kota di Provinsi NTT, untuk itu Pemerintah Provinsi (Pemprov) mendukung program tersebut untuk dilanjutkan, dengan terus bekerjasama dengan Pemerintah Pusat dan Kedutaan Besar Australia.

Hal tersebut diungkapkan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Asisten Bidang Pemerintahan, Jamaludin Ahmad dalam pertemuan tim pembina Program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) di Aula Fernandez, Kantor Gubernur NTT hari ini, kemarin.

Dalam laporannya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Benyamin Lola memberi apresiasi terhadap dukungan Pemerintah Australia. Sekalipun urusan pendidikan dasar menjadi kewenangan pemerintah kabupaten/kota, pemerintah provinsi merasa berkepentingan untuk mendukung suksesnya program itu.

“INOVASI dalam waktu yang singkat telah menerapkan kegiatan-kegiatan spesifik, dapat meningkatkan mutu pendidikan dasar. Harapan kami, bisa disinergikan dengan misi pemerintah provinsi untuk meningkatkan mutu pendidikan menengah di NTT,” kata Benyamin.

Pada sesi diskusi, seluruh peserta forum meminta kesediaan Pemerintah Australia untuk melanjutan program yang dinilai sangat bermanfaat. Kepala Biro Ekonomi dan Kerjasama NTT, Lery Rupidara ikut mendukung usulan keberlangsungan Program INOVASI. Dalam tataran konseptual, Lery menyebutkan pentingnya dilakukan Social Sytem Analysis. Diperlukan kejujuran pada aspek afeksi dan psikomotorik, untuk kebutuhan replikasi.

Sementara itu, Kepala Bappeda Sumba Barat, Titus Diaz Liurai menyentil pentingnya peran orang tua dalam pendidikan. Apresiasi dan harapan keberlanjutan program pun disentilnya. Termasuk mengkritisi tuntutan kebutuhan anggaran pendidikan.

Mewakili DFAT, Emma Blanch belum bisa memastikan jawaban atas permintaan peserta rapat, terkait keberlanjutan program. Emma menyebutkan usulan untuk kelanjutan Program INOVASI, fase kedua, akan dibicarakan secara internal. Hasil pembahasan internal tersebut, diharapkan sudah bisa diputuskan sebelum akir tahun 2019 ini.

Senada dengan itu, Mark Heyard selaku Direktur Program INOVASI menekankan strategisnya peran pemerintah daerah dan lembaga mitra.

Pertemuan terkait program pendidikan, kemitraan antara Pemerintah Australia dengan Pemerintah Indonesia itu, mengusung tema ‘Kesiapan kabupaten sedaratan Sumba dalam pelembagaan hasil rintisan INOVASI, guna peningkatan hasil belajar anak-anak.

Forumtersebut juga membahas kesiapan empat kabupaten di daratan Sumba dan Forum Peduli Pendidikan Sumba (FPPS) untuk mengambil-alih hasil rintisan program, yang sudah berjalan selama 18 bulan.

Untuk diketahui, program yang resmi ditandatangani kesepakatannya pada 2 November 2017 itu akan segera berakhir. Hingga akhir 2018, Program INOVASI telah melaksanakan tujuh kegiatan rintisan di Sumba yaitu literasi dasar, membaca di kelas awal, perpustakaan ramah anak, bahasa ibu sebagai bahasa pengantar di kelas awal, kepemimpinan dalam pembelajaran, guru BAIK serta pendidikan inklusif.

Kegiatan-kegiatan tersebut telah membuahkan hasil yang baik bagi peningkatan kompetensi guru maupun peningkatan mutu proses pembelajaran. Sebagai bentuk dukungan, keempat kabupaten sedaratan Sumba saat ini telah mengalokasikan dana pendampingan. Dukungan tersebut diperuntukan bagi pembiayaan mandiri, perluasan penerapan program rintisan ke sekolah atau gugus lain di luar mitra INOVASI. (iir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here