BERITABUANA.CO, JAKARTA- Pakar Ilmu Politik, Prof. Indria Samego mengatakan jikalau imbauan capres 02 Prabowo Subianto diindahkan seharusnya tidak perlu ada massa mendatangi gedung MK.

“Secara normatif, untuk apa semua itu dilakukan. Selain menimbulkan kegaduhan dan berpotensi mengundang massa tandingan,” kata Indria lewat keterangannya, Kamis (27/6).

Ia menjelaskan, keputusan MK yang ditentukan oleh sidangnya 9 orang hakim MK sudah sesuai keindahan aturan bernegara kita paling mutakhir, dan esuai dengan amandemen UUD 45, MK bertugas sebagai pemutus perkara yang ada kaitannya dengan UU.

“Jadi, jangan serahkan kepada kekuatan atau lembaga lain di luar itu. Tapi, secara empirik, selalu ada gap antara cita-cita dengan harapan. Apa yang disampaikan capres Prabowo tidak ditanggapi secara serius oleh massanya. Atau bisa juga ada massa lain yang sudah terlanjur dijanjikan sesuatu,” jelas dia.

“Ini semua membuktikan tidak konsistennya elite dalam menegakan aturan. Teorinya, apa pun keputusan MK, harus diterima dan dihargai sebagai hukum tang bersifat final dan mengikat,” sambungnya.

Namun, lanjut dia, politik sudah lama menjadi kegiatan utama sebagian masyarakat. “Hanya lewat politiklah mereka merasa mendaparkan keuntungan. Politik yang dimaksudkan disini adalah kekuasaan dan kekuatan,” tuturnya.

Ia menambahkan, dinamika politik sering lebih dihargai dan bisa menyisihkan hukum. Padahal, pemimpinlah yang dapat mengelola dinamika itu.

“Sayang sekali, pemimpinnya juga tidak konsisten bahkan ikut arus politik bila dirasakan menguntungkan. Jadi, tak terlalu mengherankan bila massa tetap berkumpul di sekitar Gedung MK meski sudah ada anjuran sebaliknya dari para pemimpin mereka,” tutup Indria. (Mir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here