BERITABUANA.CO, JAKARTA – Jajaran Intelejen Kejaksaan diperintahkan untuk selalu menjaga kepercayaan dan sikap profesionalisme dalam menjalankan program Tim Pengawal Pengaman Pemerintah dan Pembangunan (TP4). Mengingat, program tersebut diciptakan untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap istitusi kejaksaan secara umum.

Demikian ditegaskan Jaksa Agung HM Prasetyo dalam pembukaan Rapat Kerja Teknis bidang Intelejen Kejaksaan, di Kejaksaan Agung, Rabu (26/06/2019).

Karena itu, jajaran intelejen jangan sampai menyalahgunakan kewenangan, mengambil kesempatan ataupun menyimpang dari tugas dan kebijakan terhadap program TP4.

“Jangan juga melakukan praktek dan cara-cara seperti konspirasi melakukan kecurangan dalam pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan yang seharusnya dijalankan dengan baik,” katanya.

Kemudian, lanjut Prasetyo, jangan bagi-bagi proyek, meminta fee dan menjadikan program TP4 sebagai tempat berlindung dari berbagai bentuk kesalahan dalam proses pengadaan barang dan jasa, dan tindakan tidak terpuji lainnya.

Sebelumnya Jaksa Agung memberikan apresiasi terhadap jajaran intelejen yang telah ambil bagian dan berpartisipasi aktif mengawal setiap tahapan Pemilihan Umum 2019.

“Karena bersama jajaran aparat intelejen yang lainnya melakukan identifikasi terhadap potensi kemungkinan adanya ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan atau AGHT pada masa pra Pemilu,” tambahnya.

Secara khusus dalam acara yang dihadiri Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo, Jaksa Agung meminta juga jajaran intelejen menjadikan fungsi pendampingan, pengawalan dan pengamanan pengelolaan dan pemanfaatan dana desa sebagai prioritas.

“Ini sebagai wujud dari perhatian besar pemerintah atas pentingnya pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat agar menyentuh secara merata hingga ke segenap pelosok pedesaan sebagai sebuah program strategis nasional,” kata Prasetyo.

Jaksa Agung dan Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo bersama Jamintel Jan Samuel Maringka sebelumnya meluncurkan program dan aplikasi JAGA DESA sebagai bentuk akuntabilitas dan tranparansi. Guna memudahkan pengelolaan, pertanggungjawaban dan pengawasan Dana Desa oleh seluruh pemanggu kepentingan.

Acara Rakernis Bidang Intelejen yang diikuti peserta dari jajaran Intelejen Kejaksaan Agung, para Asintel, para Kajari tipe A dan B kali ini bertema “Optimalisasi Peran Intelejen Kejaksaan Merajut Kebhinekaan Dalam Bingkai Persatuan dan Kesatuan Bangsa Pasca Pemilu 2019. Oisa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here