BERITABUANA.CO, JAKARTA – Penetapan Hari Pelaut Sedunia setiap tanggal 25 Juni adalah hasil kesepakatan akhir sidang IMO tentang Standard Training of Watchkeeping for Seafarers (STCW) 1978 amandemen 2009 pada 21 s.d. 25 Juni 2010 di Manila. Sehingga, sejak tahun 2011 di setiap tanggal 25 Juni diperingati sebagai Hari Pelaut Sedunia.

“Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan memberikan apresiasi terhadap jasa para pelaut sekaligus mendorong kesetaraan gender kaum perempuan untuk berperan sebagai pelaut yang andal sesuai dengan tema Hari Pelaut Sedunia tahun 2019 yakni “I Am On Board With Gender Equality”,” ungkap Direktur Perkapalan dan Kepelautan, Capt. Sudiono, Selasa (25/6/2019) di Kemenhub.

Menurutnya, pentingnya peran perempuan dalam jajaran profesional profesi pelaut yang diharapkan dapat memberikan gaung yang kuat dan meluas. “Moment Hari Pelaut Sedunia ini juga memberikan peluang besar bagi perempuan untuk menunjukkan peran dan kontribusi yang telah mereka berikan dalam berbagai karir dan profesi maritim, khususnya pelaut,” ujar Capt. Sudiono.

Menurutnya lagi, jangan memandang sebelah mata kemampuan pelaut perempuan karena dari catatan rekan jejak pelaut perempuan cukup baik dan perlu mendapat perhitungan. Untuk itu, mereka harus memperoleh hak yang sama dalam bekerja maupun peluang jenjang karier.

Selain itu, tutur Capt. Sudiono, peringatan Hari Pelaut Sedunia sebagai bentuk apresiasi terhadap para pelaut yang telah berkorban baik waktu dan tenaga untuk memastikan perpindahan orang, pengiriman barang dan komoditas di dunia berjalan dengan lancar, aman dan selamat sampai tujuan.

Dikatakan, sebagai anggota Dewab IMO (International Maritime Organization) Kategori C juga ikut merayakan hari pelaut sedunia bersama negara-negara maritim dunia lainnya. “Sebagai negara kepulauan memiliki jumlah pelaut yang terbesar di dunia, sudah sepatutnya kita menghargai dan menghormati jasa para pelaut Indonesia dalam mendukung perekonomian dunia khususnya Indonesia,” ucap Capt. Sudiono.

Betapa tidak, tambahnya, sumbangsih para pelaut dunia, termasuk pelaut Indonesia sangat besar terhadap perekonomian dunia. “Saat ini hampir 90 persen  barang-barang yang ada di dunia dibawa dengan menggunakan moda transportasi laut. Karenanya, pelaut memiliki peran yang sangat penting dan strategis sebagai penggerak kelancaran perekonomian nasional dan dunia,” beber Capt. Sudiono.

“Sekali lagi saya ucapkan Selamat Hari Pelaut Sedunia bagi seluruh pelaut, khususnya bagi para pelaut perempuan. Semoga para pelaut perempuan Indonesia dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan profesional guna mewujudkan pelayaran yang aman dan selamat tanpa adanya diskriminasi dalam bertugas,” pungkasnya. yus

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here