BERITABUANA.CO, LUMAJANG- Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH memimpin Tim Cobra Polres Lumajang untuk melaksanakan rekonstruksi terjadinya penjambretan pada 3 Juni 2019 silam.

Muhammad Taufiq (24), warga Desa Grati, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang selaku tersangka serta korban atas nama W.M (30) warga Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang didatangkan untuk mengetahui kejadian yang sebenarnya terjadi.

Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian rekonstruksi, akhirnya diketahui kronologinya bahwa pelaku telah menunggu selama satu jam di Pom Bensin untuk menunggu mangsa yang cocok.

Adapun sasaran yang di incarnya yakni perempuan, menggunakan motor matic, menaruh barang di dashboard atau tas dengan cara di cangklong.

“Saat melihat W.M sesuai dengan ciri-ciri target sesuai yang diharapkan yang saat itu korban berkendara cukup pelan dari arah selatan kearah utara. Tersangka langsung mengejar korban dan menyalip dari arah kiri, karena melihat ada dompet di sisi kiri dashboard korban,” kata Kapolres.

Saat motor keduanya bersandingan, lanjutnya dengan cepat pelaku mengambil barang tersebut yang berupa dompet dengan menggunakan tangan kanan. “Pelaku langsung melarikan diri ke arah utara,” jelasnya.

Tersangka lalu mengaku berhenti dan membuka dompet tersebut di Ranu Klakah yang ternyata berisi uang tunai Rp. 1.600.000 serta handphone yang kemudian ia jual seharga Rp 600.000.

“Selanjutnya ia membuang dompet yang berisi stnk, ktp, npwp di Ranu Klakah dan pulang ke rumahnya,” ungkapnya.

Melihat hasil rekonstruksi, Kapolres Lumajang mengatakan motif dari pelaku adalah factor ekonomi. “Setelah saya introgasi, tersangka mengaku membutuhkan uang untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri. Pekerjaan sebagai kuli bangunan yang mendapat upah sebesar enam puluh ribu rupiah sehari dinilainya tidak cukup untuk membelikan baju lebaran, sehingga ia gelap mata untuk melakukan aksi ini,” ujarnya.

“Dalam catatan Kepolisian, ia memang baru pertama kali berurusan dengan pihak berwajib. Dalam theori kriminologi tentang pencegahan kejahatan ada 3 theori besar salah satunya social crime prevention,” sambung Alumni Akpol 1998 ini.

Dimana, kejahatan terjadi karena masalah sosial seperti kemiskinan, pengangguran, pendidikan yang rendah serta kesenjangan ekonomi. “Theori ini lebih melihat kepada akar masalah. Tentunya Permasalahan ini menjadi tugas kita bersama untuk mengatasinya,” ucapnya.

Bagaimana menciptakan keamanan supaya masyarakat dapat beraktifitas untuk berproduksi, selain itu perlu masyarakat diberikan kemampuan ber-usaha supaya terbuka lapangan pekerjaan. “Ini tugas bersama seluruh stake holder dan masyarakat sendiri termasuk kami dari sisi keamanan,” tutupnya.

Tersangka M. Taufiq yang di tanyai alasannya menjabret karena terdorong kebutuhan. “Saya kepepet, karena sebentar lagi lebaran, saya ingin belikan istri dan anak baju lebaran, makanya saya nunggu mangsa di Pom bensin. Saat ibu itu lewat langsung saya kejar karena saya liat ada dompet di taruh di dashboard depan. Saya menyesal dan sedih, kasihan anak saya masih umur 1 tahun 3 bulan,” sesalnya.

Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Hasran Cobra mengatakan pelaku diketahui telah melanggar Undang Undang yang berlaku di Indonesia.

“Pelaku sendiri diketahui melanggar pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal selama 7 tahun penjara,” kata pria yang juga menjabat sebagai Katim Cobra tersebut. (Lmj)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here