BERITABUANA.CO, JAKARTA – Rebutan sebidang tanah di pinggir Kali Ciliwung, Jalan Swadaya I, Kelurahan Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, berujung dilaporkannya seorang ahli waris S Bin ES ke Polres Metro Jakarta Selatan oleh BK. Laporan itu diduga terkait penggelapan uang ratusan juta.

Kapolres Jakarta Selatan Kombes Indra Ja’far yang dikonfirmasi via WA pada Selasa (25/6/2019), meminta kepada www.beritabuana.co menanyakan langsung ke Kasat Reskrim. “Tanyakan ke Kasat ya Lang,” katanya. Kasat sendiri belum bisa dikonfirmasi.

Dalam laporan polisi nomor LP/516/III/2019/RJS pada tanggal 6 Maret 2019, tertulis korban tindak pidana penggelapan yakni bos dari BS, bernama HK dengan kerugian mencapai Rp 462.000.000.

Menurut BS sebelumnya S telah membuat surat pengalihan hak atas tanah seluas 427 meter persegi di lokasi tersebut untuk kemudian dijual dengan harga Rp 950.000 per meter persegi. Di surat perjanjian tertulis, bahwa keuntungan dari penjualan tanah bisa dimiliki oleh pihak BS.

Dalam perjalanannya, keluarga ahli waris meminta uang lebih dahulu untuk keperluan beberapa hal. “Jadi mereka ada keperluan minta uang. Kita kasih bertahap hingga total Rp 340.900.000,” ujarnya, Selasa (25/6).

Bukan hanya itu, mereka pun meminta kenaikan harga jual tanah menjadi Rp 1,4 juta per meter persegi. “Kita oke saja. Singkat cerita, tanah itu sudah terjual ke Pemprov DKI dan uangnya masuk ke rekening S. Tapi hingga hari ini, bukan hanya uang pembayaran pengalihan hak yang dia minta dari awal, tetapi keuntungan penjualan pun tidak diberikan,” katanya.

BS telah berusaha mencari dan menghubungi pihak ahli waris, tetapi selalu menemui jalan buntu. Karena itu, akhirnya BS melaporkan kasus ini ke Polres Metro Jakarta Selatan.

“Ya kita sebenarnya ingin menyelesaikan secara kekeluargaan. Tetapi mereka tidak ada niat untuk itu, makanya kita ambil jalur hukum,” ungkapnya. (Dar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here