BERITABUANA.CO, JAKARTA – Reserse Narkotika Polres Metro Jakarta Barat membongkar industri rumahan sabu berlokasi yang di Perumahan Citra 2, Blok BH 8 No.10 Kalideres, Jakarta Barat.

Industri rumahan sabu ini merupakan jaringan pabrik sabu di kawasan Perumahan Metland,  Cipondoh, Kota Tangerang yang sebelumnya digerebek Polres Metro Jakarta Barat, beberapa waktu lalu.

Kasat Narkoba AKBP Erick Frendriz memgatakan diungkapnya pabrik sabu rumahan ini berdasarkan pengembangan dari pada kasus narkoba sebelumnya.

Dalam penggerebekan kali ini, pihaknya mengamankan satu tersangka berinisial MG (42). Pabrik tersebut diketahui sudah beroperasi sejak 2018. MG merupakan murid dari tersangka PC yang ditangkap di Tangerang beberapa waktu lalu.

“Jadi, tersangka MG ini belajar dari PC yang sudah kami tangkap, jadi ini muridnya,” kata Erick kepada wartawan, Senin (24/06/2019).

Erick menyebut, kualitas sabu yang dihasilkan sama bagusnya dengan yang digerebek di Cipondoh. “Hasilnya, sama identik karena mereka satu guru, termasuk bahan bakunya juga,” ucapnya.

Sabu produksi MG diedarkan di wilayah Jakarta dan sekitarnya dengan harga Rp700.000 per gram. MG diketahui telah memproduksi barang haram itu sejak setahun terakhir dengan kapasitas produksi 300-500 gram per dua hari.

Terbongkarnya industri rumahan sabu MG, sebagaiamana disampaikan Erick setelah pihaknya mendapatkan info masyarakat yang selanjutnya dilakukan penyelidikan oleh anggota sejak dua bulan yang lalu.

“Setelah dipastikan bahwa tersangka sedang melakukan pembuatan sabu, Satresnarkoba Jakarta Barat yang dipimpin AKP Arif Oktora langsung melakukan penangkapan,” tuturnya.

Dari penggerebekan ini, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti yakni bahan-bahan pembuat sabu, salah satu diantaranya adalah prekursor dan 1 kg narkoba jenis sabu dari hasil produksi MG.

“Barang bukti yang kita amankan ada juga sabu yang sudah jadi seberat 1 Kg, kemudian sabu yang masih setengah jadi, dan bahan baku pembuat sabu. Tersangka ini membeli bahan baku melalui media sosial online,” pungkasnya.

Tersangka dijerat Pasal 113, Pasal 114 dan Pasal 112 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman mulai dari hukuman mati, seumur hidup, dan minimal 6 tahun penjara. (Min)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here