BERITABUANA.CO, JAKARTA – Dalam sideng sengketa Pilpres 2019 yang di gelar Mahkamah Konstitusi (MK) di hari ketiga yang digelar Rabu (19/6/2019) ini, mengagendakan pemeriksaan saksi-saksi dari Tim Hukum Capres dan Cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Salah satu saksi, yakni Idham Amiruddin memaparkan temuan mengenai NIK Kecamatan Siluman, NIK Rekayasa, Pemilih Ganda dan Pemilih Dibawah Umur. Idham juga mengaku mendapatkan file elektronik dari IT DPP Gerindra dan tidak memasang tarif.

“Saya tidak memasang tarif, karena saya mendapatkan DPT seluruh Indonesia, saya mau tahu. Saya tidak mempunyai posisi apa-apa, yang memberikan ke saya bernama Heri Sumarsono bagian IT DPP Gerindra,” katanya.

Idham bercerita bahwa ketika menerima itu dirinya bangga dan akhirnya ia melakukan penelusuran.

“Saya berdasarkan UU 23 2006 tentang kependudukan, NIK rekayasa, NIK siluman adalah yang unik kecamatannya di digit 5 dan 6 itu melampaui jumlah kecamatan di wilayah itu atau nilainya 00, itu tidak mungkin,” bebernya.

Salah satu yang memuat NIK Siluman, lanjutnya, di Bogor ada 40 kecamatan.

“Kita bisa lihat disana ada kecamatan 85, 00, dan seterusnya inilah yang disebut kecamatan siluman,” katanya.

Sementara untuk NIK rekayasa, lanjut Idham, dari temuan pemilih perempuan yang menggunakan NIK pria.

“NIK rekayasa ada 10 juta,” tandasnya. (Ardi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here