BERITABUANA.CO, JAKARTA – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) harus menghasilkan produk legislasi yang bermutu. Untuk itu proses produksi perlu didesain dengan benar.

Demikian dikatakan politisi perempuan PDI Perjuangan, Eva Sundari pada Forum Legislasi bertema “UU MD3 dan Komposisi Pimpinan Parlemen’  di Media Center Gedung Nusantara III DPR RI, Selasa (18/6/2019).

Pembicara lainnya Wakil Ketua DPR,  Fahri Hamzah,   Wakil Ketua DPD RI, Akhmad Moqowam, Ketua Komisi II DPR RI, Zainudin Amali (Golkar).

Menurut dia,  hasil dari Pemilu serentak 2019 patut diapresiasi dan hasilnya sudah diperoleh..

“Artinya input sudah kita dapat tetapi proses produksi atau yang ada di parlemen ini harus kita desain sedemikian rupa sehingga nanti parlemen itu outnya pun bagus,” kata Eva Sundari.

Sebab pihaknya melihat di Badan Legislasi (Baleg)  saja produk UU yang dihasilkan masih minim.  Eva Sundari mencatat sampai  saat ini produk legislasi yang dihasilkan DPR hanya sebesar 18 persen.

Untuk itu pihaknya berhatap di sisa waktu tiga bulan ini,  sebelum berakhir  masa jabatan, anggota DPR menurutnya harus membuat terobosan-terobosan.

“Tujuannya agar Baleg bisa meningkatkan produk legislasi.  Saya ikut galau melihat produk legislasi yang dihasilkan jauh dari harapan,” kata anggota Komisi XI DPR ini.

Dia meyakini kalau produk legislasi meningkat tentunya bisa menyenangkan rakyat. Dengan demikian Eva melanjutkan, DPR tidak melulu bicara soal hak anggaran namun perlu membahas soal mekanisme kerja.

“Sebab  mekanisme kerja berkaitan dengan output yakni produktivitas meningkat,” kata Eva Sundari. (Hendri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here