BERITABUANA.CO, JAKARTA – Wartawan TV Parlemen terlihat sedang mewawancarai seorang anggota Komisi V DPR di depan pintu ruang rapat, Kamis (13/6/2019) lalu. Dengan mimik serius, politisi dari partai oposisi itu menjawab pertanyaan tentang kenaikan tiket pesawat terbang dalam negeri. Komisi V DPR RI memang membidangi antara lain transportasi.

Dalam wawancara door stop, anggota DPR tadi terlihat mengenakan stelan jas sehingga nampak berwibawa. Sepatutnya pun mengkilap. Dia mengkritisi sekaligus memberi solusi mahalnya harga tiket pesawat menjelang Idul Fitri 2019.

Sementara, di dalam ruangan rapat Komisi V, terlihat anggota lain sedang mendapat kesempatan berbicara. Dalam rapat kerja dengan Menteri Pembangunan Desa Tertinggal itu, anggota tadi menyampaikan pandangan dan pendapatnya tentang tupoksi kementerian ini.

Di meja depan, pimpinan rapat menyimak pendapat anggota tersebut. Demikian juga menteri dan jajarannya, ikut menyimak dan ada yang membuat catatan. Secara bergantian, pimpinan rapat akan memberi kesempatan bagi semua anggota untuk berbicara.

Di ruangan lain di komplek parlemen Senayan, Jakarta, hari itu, hal serupa juga sedang berlangsung. Pada masa sidang ini, DPR lewat komisi-komisi sedang melaksanakan tugas dan fungsinya, baik dalam rangka pengawasan, angggaran dan legislasi. Rapat-rapat diadakan dengan mitra kerja masing-masing.

Setiap rapat biasanya dimulai dari pagi sampai sore, atau dilanjutkan sampai malam hari, sesuai aturan tata tertib di DPR. Tergantung materi agenda rapat, sebab, pada siang harinya seringkali rapat sudah selesai.

Begitulah lembaga DPR bekerja melaksanakan tugasnya. Anggota bicara, bicara dan bicara. Bahasa asingnya, “To speak”, yang berakar dari kata “Le parle”, bahasa Perancis.

Setiap anggota dewan harus siap bicara, baik karena ditanya wartawan maupun saat mendapat giliran ketika mengikuti rapat kerja.

Sejatinya, setiap anggota DPR memang harus berbicara, menyampaikan ide dan gagasan terhadap apa yang sedang menjadi topik pembicaraan. Karena itu lah alasan utama dan yang pertama ketika dulu mereka ikut pemilihan umum dan terpilih.

Maka menjadi aneh ketika ada diantara mereka selama menjadi anggota DPR sama sekali tidak pernah berbicara. Dia datang hanya duduk dan diam saja. Sangat disayangkan kalau masih ada politisi Senayan seperti itu, mengingat setiap anggota DPR setiap bulan mendapat gaji atau uang kehormatan yang cukup besar.

Belum lagi berbagai fasilitas lain, yang semestinya membuat mereka lebih bertanggung jawab, terhadap tugas dan tanggung jawabnya terutama kepada masyarakat yang diwakili dan memilihnya. (Asim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here