BERITABUANA.CO, JAKARTA – Partai Golongan Karya (Golkar), mulai ‘memanas’. Sejumlah kader muda mendorong Bambang Soesatyo, yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPR RI jadi Ketua Umum Partai Golkar. Sebalik nya, satu ormas pendiri Partai Golkar, yakni Kosgoro 1957, menyatakan tetap setia ke Airlangga Hartarto.

Kosgoro 1957, jelas Sekretaris Jenderalnya, Sabil Rachman, tetap tidak akan keluar dari kebijakan Ketua Umum Agung Laksono, selaku orang yang pertama mendukung Pak Airlangga sebagai Ketum Golkar.

Sedang kader muda pendukung Bamsoet, sapaan akrab Bambang Soesatyo, menilai Golkar tengah terpuruk di bawah kepemimpinan Airlangga.

Atas anggapan itu, Sabil menyatakan ketidakkesependapatannya. Katanya, justru Golkar tetap berjaya di bawah kepemimpinan Airlangga.

“Seorang Ketum Golkar yang dipilih oleh Munaslub, bekerja 15 bulan, bisa berhasil dalam dua peristiwa politik penting, yakni Pilpres yang telah berhasil memenangkan Pak Jokowi, dan Pileg yang menempatkan Golkar dengan raihan kursi terbanyak kedua setelah PDIP. Itu capaian yang tidak mudah. Pak Airlangga perlu kita apresiasi,” kata Sabil yang juga Ketua DPP Bidang Ormas Golkar ini, Minggu (16/6/2019).

Sabil menambahkan, para pendukung Bamsoet, yang mengatasnamakan Barisan Muda Partai Golkar (BMPG),
tidak dikenal di Golkar secara resmi. BPPG didengarnya telah melibatkan kader-kader Kosgoro 1957, namun Ia menyebut mereka bukanlah pengurus Kosgoro 1957.

“Bukan pengurus, tapi orang yang disiapkan menjadi Plt Kosgoro DKI, baru disiapkan menjadi Ketua Plt himpunan mahasiswa Kosgoro DKI. Dia mengambil langkah yang menurut kita insubordinatif. Saya bicara dengan Pak Slamet Riyadi Ketua Kosgoro ’57 DKI, agar SK Plt Kosgoro itu bukan lagi ditangguhkan tapi dianggap tidak diproses. Dengan demikian dia tidak punya legitimasi lagi mengambil langkah-langkah menggunkaan atribut Kosgoro ’57,” kata dia.

Sementara BPPG yang mendorong Airlangga diganti oleh Bamsoet berpandangan terjadi penurunan signifikan dari suara Partai Golkar. Mereka menyebut Golkar kehilangan lebih dari 1,2 juta suara dan mengakibatkan Golkar kehilangan 6 kursi di DPR RI. Oleh karena itu, BPPG mendesak DPP untuk melaksanakan Munas segera di Juli atau Agustus untuk mengevaluasi kondisi partai saat ini. Mereka ingin Munaslub digelar Juli hingga Agustus.

Inisiator BPPG, Abdul Aziz pun  mendorong musyawarah nasional dipercepat. Hal ini harus dilakukan karena Golkar dalam kondisi kritis. Golkar dititik terendah dari pemilu-pemilu sebelumnya, di mana sekarang Golkar dari 2 besar turun jadi 3 besar. (Ndus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here