BERITABUANA.CO, NGADA – Setelah menjadi perdebatan antar dua kabupaten, akhirnya tercatat sejarah baru dimana Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat melakukan pemasangan Tapal Batas antara Kabupaten Ngada dengan Kabupaten Manggarai Timur di Bensur, Desa Sambinasi Barat Kecamatan Riung Kabupaten Ngada, Jumat (14/6/2019)

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut hasil kesepakatan penyelesaian tapal batas antara Kabupaten Ngada dan Kabupaten Manggarai Timur pada 14 Mei lalu, yang berlangsung di ruang rapat Gubernur NTT.

Pemasangan pilar secara simbolis dan penanaman anakan beringin di titik koordinat lima Bensur, dilaksanakan setelah acara ritual adat Gubernur bersama Bupati Ngada dan Bupati Matim selesai.

Viktor Laiskodat dalam kesempatan tersebut, mengajak warga dari kedua kabupaten di daerah perbatasan untuk bersyukur, karena masalah tapal batas yang telah terkatung-katung selama 46 tahun, bisa terselesaikan juga.

“Perdamaian ini bukan kerja siapa-siapa. Perdamaian ini adalah hasil dari cara kerja cinta kasih kedua belah pihak, yang sudah capek untuk saling berhadapan dalam perbedaan. Pada hari ini kedua belah pihak sepakat. Oleh karena itu kita semua patut bersyukur, karena cinta kasih dari semua warga yang ada di sini telah melahirkan sebuah kejadian yang beradab ini,” begitu jelas Viktor.

Viktor Laiskodat berharap, agar Pemerintah Kabupaten Ngada dan Kabupaten Matim beserta semua unsur untuk terus mendukung program-program Pemerintah, sehingga bisa digapai percepatan pembangunan infrastruktur, demi peningkatan produktifitas dan pertumbuhan ekonomi di daerah.

“Tolong, jangan dengar isu apapun selain tentang informasi kemajuan. Jangan lagi dengar hoaks agar pembangunan pertanian, peternakan dan pariwisata dapat bertumbuh, sehingga tempat ini bisa jadi hebat, maju menjadi daerah yang luar biasa,” ujar Viktor Laiskodat.

Lebih lanjut, Viktor Laiskodat menegaskan kepada warga masyarakat di sekitar perbatasan, untuk tidak lagi melihat masa lalu dan terjebak di dalamnya. Ia mengajak keterlibatan semua, untuk bersama-sama maju menuju masa depan yang cerah.

“Saya yakin, kedua Bupati dapat membangun tempat ini menjadi tempat yang lebih hebat lagi !” sambung Viktor Laiskodat.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Ngada, Paulus Soliwoa berharap agar 37 pilar yang nanti dipasang, tidak dijadikan pemisah dan pembeda antara Ngada dan Matim. Siliwoa berharap, pilar yang ada justru dijadikan sebagai pilar pemersatu antara Ngada dan Matim.

Tampak hadir pada kesempatan tersebut unsur Forkopimda kedua Kabupaten, pimpinan dan utusan perangkat daerah baik dari Pemerintah Provinsi NTT maupun dari Pemkab Ngada dan Pemkab Matim, TNI/POLRI, Para Tetua Adat dan Tokoh Masyarakat kedua Kabupaten, serta warga masyarakat di daerah perbatasan. (iir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here