BERITABUANA.CO, JAKARTA – Wakil Jaksa Agung, Arminsyah menegaskan, keberadaan jumlah jaksa masih jauh dari kebutuhan yang diperlukan. Bahkan disejumlah Kejaksaan Negeri (Kejari) umumnya masih kekurangan tenaga jaksa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam penegakkan hukum di wilayahnya.

“Kita masih kurang banyak (jaksa-red) untuk memenuhi kebutuhan itu. Bahkan ada Kasi (Kepala Seksi) yang tidak punya staf,” kata Armin usai membuka Pendidikan dan Pelatihan Pembentukan Jaksa (PPPJ) Angkatan 2019, di Badiklat Kejaksaan, Ragunan, Jumat (14/06/2019).

Meski demikian, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Pendayaagunaan Aparatur Negara (Kemenpan) untuk memenuhi kuota kebutuhan tersebut. Untuk tahun 2020 pihaknya telah mengajukan permohonan sebanyak 900 orang.

“Kita sudah ajukan (permohonan) itu, kemarena kan ada penerimaan yang tertunda,” kata Armin yang juga didampingi Kepala Badan Pendidikan dan Latihan (Kaban Diklat) Kejaksaan RI, Untung Setia Arimuladi.

Untuk Pendidikan dan Pelatihan Jaksa kali ini hanya diikuti 100 orang. Mereka akan mengikuti pendidikan selama 6 bulan yang akan berakhir September 2019 mendatang. Sebelumnya selama dua minggu para siswa harus mengikuti kegiatan pelatihan fisik dan mental yang melibatkan para pelatih anggota Marinir TNI AL.

“Ini sangat penting guna menjaga fisik, mentalitas dan integritas mereka. Kenapa harus anggota marinir, ya kebetulan Badiklat Kejaksaan ini sangat dekat dengan markasnya marinir (Cilandak-red),. Dulu saya PPJ juga dilatih marinir,” kata Armin seraya mengenang saat dirinya mengikuti pelatihan PPJ silam.

Dalam kesempatan itu juga hadir Kepala Kejati DKI Jakarta, Warih Sadono, Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Mukri, sejumlah pejabat eselon II Kejagung, para Kajari serta anggota Komisi Kejaksaan. Oisa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here