BERITABUANA.CO, KUPANG – Sesuai amanah UU Nomor 8 tahun 2016 yang dijabarkan dalam Permensos Nomor 9 Tahun 2019 tentang Standar Teknis Pelayanan Dasar, untuk itu Dinas Sosial Kota Kupang salurkan bantuan kepada 126 orang anak yatim dan penyandang disabilitas.

Walikota Kupang, Jefry Riwu Korr dalam arahannya mengatakan, kebutuhan yang diperlukan oleh anak Yatim maupun penyandang disabilitas sebenarnya merupakan tanggung jawab pemerintah.

“Kami akui, Pemerintah belum banyak berbuat untuk anak yatim dan penyandang disabilitas, dan belum banyak memperhatikan kebutuhan mereka,” aku Jefry di rumah jabatan Walikota Kupang, Kamis (13/6/2019).

Menurutnya, dibutuhkan bukan hanya makan dan minum saja, tapi juga fasilitas dan akses untuk mereka, sehingga mereka bisa berbuat banyak dan sama dengan saudara yang lainnya.

“Makan dan minum itu hanya komponen kecil yang harus dipenuhi pemerintah, tapi bagaimana pemerintah bisa memberika akses dan fasilitas yang dibutuhkan mereka,” tandasnya.

Jefry menjelaskan, pihaknya secara pribadi sering datang berkunjung ke panti-panti asuhan dan penyandang disabilitas, untuk mengetahui kebutuhan yang mereka imginkan.

“Seharusnya kita bisa berkunjung secara rutin ke mereka, untuk berdiskusi. Bukan mengumpulkan seperti ini,” paparnya.

Pada kesempatan tersebut, Jefry menegaskan, pihaknya sudah memiliki rencana untuk memberikan bantuan berupa uang muka kepada Aparat Sipil Negara (ASN) Kota Kupang yang ingin memiliki rumah sendiri.

Sebelumnya, Kepala Dinas Sosial, dr. Retnowati mengungkapkan, penyandang disabilitas merupaka bagian dari warga masyarakat yang harus mendapat perhatian dan kepedulian dari Pemkot Kupang, khususnya penyandang disabilitas berat, karena mereka memiliki keterbatasan fisik, mental dan intelektual dan atau keterbatasan sensoriknya(disabilitas ganda) sehingga umumnya hanya mampu berbaring ataupun hanya tergantung pada bantuan orang lain/keluarganya dab sulit mendapat akses pelayanan sosial kesehatan dan pendidikan.

Secara keseluruhan, tambah Retnowati, dana yang diberikan sebesar Rp 200 Juta yang disalurkan dalam bentuk bahan makanan dan minuman yang menyehatkan.

Ke-126 Penerima bantuan tersebut, kata Retnowati, diberikan kepada kelompok sasaran anak yatim dan anak dengan disabilitas sebanyak 51 orang yang ada ditiga Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA).

“Sisanya 75 Orang anak yatim, anak dengan disabilitas dan lanjut usia terlantar diluar asrama, yang tersebar di enam kecamatan di Kota Kupang,” paparnya. (iir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here