BERITABUANA.CO, LUMAJANG– Warga Kabupaten Lumajang digegerkan dengan adanya pembunuhan berencana salah sasaran yang terjadi di Dusun Argomulyo, Desa Sombo, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang.

Setelah diungkap, pelaku sendiri diketahui bernama Hori bin Suwari (43) warga Desa Jenggrong, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang.

Tersangka sendiri mulanya nekat ingin membunuh seseorang yang bernama Hartono (40) warga Desa Sombo, Gucialit, namun salah sasaran terhadap seseorang yang bernama Muhammad Toha (34) warga Desa Sombo, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang.

Berdasarkan keterangan Polres Lumajang, Rabu (12/6/2019), peristiwa diawali saat tersangka Hori meminjam uang kepada Hartono Rp 250 juta dengan jaminan Istri Hori yang gadaikan kepada Hartono.

Istri Hori dengan inisial R (35) diserahkan ke Hartono sampai Hori mampu melunasi hutangnya baru istrinya dapat dikembalikan.

Setelah 1 tahun berlalu, Hori ingin menebus hutangnya dengan memberikan sebidang tanah supaya istrinya bisa diambil kembali. Tapi Hartono meminta agar dikembalikan dalam bentuk uang, bukan diganti sebidang tanah.

Karena kecewa, akhirnya Hori merencanakan pembunuhan, kemudian mendatangi Hartono yang berada di wilayah Desa Sombo l, Gucialit. Dan, saat melihat seseorang yang mirip Hartono, pelaku langsung membacok korban.

Tapi, setelah pembacokan dilakukan, pelaku keget karena yang dibacok ternyata orang lain yang bernama Muhammad Toha.

Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH menilai adanya degradasi moral yang terjadi pada pelaku.

“Selain kasus pembunuhan, saya juga miris mendengar pengakuan pelaku yang menggadaikan istrinya. Saya akan dalami motif sebenarnya. Kasus ini bukan hanya masalah pembunuhan tapi juga ada persoalan dibalik ini, dimana pelaku menggadaikan istrinya sendiri,” kata Kapolres.

“Peristiwa ini tentu diluar nalar kita, karena sepamahaman kita selama ini yang digadaikan adalah barang berharga tapi untuk kasus ini yang digadaikan adalah sang istri. Kalau betul ini terjadi, berarti ada degradasi moral dan permasalahan sosial yang harus kita benahi bersama,” terang Arsal.

Di tempat Lain, Katim Cobra sekaligus Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Hasran Cobra menerangkan pelaku diancam hukuman selama 20 tahun penjara.

“Setelah kami introgasi, pelaku mengakui bahwa pembunuhan ini telah direncanakan dengan motif agar hutangnya menjadi hangus serta mendapatkan kembali istrinya yang telah digadaikan. Namun, ternyata salah target, selanjutnya pelaku diancam hukuman penjara selama 20 tahun sesuai dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana,” ucap Hasran. (Lmj)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here