BERITABUANA.CO, JAKARTA – Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan, kondisi perekonomian global masih dipenuhi tantangan dan ketidakpastian akibat eskalasi perang dagang, persaingan geopolitik dan fluktuasi harga komoditas.

Dihadapan rapat paripurna DPR RI di kompleks parlemen Senayan, Selasa (11/6/2019), Sri Mulyani menyatakan lagi, kondisi ini menyebabkan penurunan proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia, pelemahan investasi dan perdagangan global.

“Pertumbuhan ekonomi dunia dipangkas 0,3 persen menjadi hanya 2,6 persen menurut Bank Dunia, 3,3 persen menurut IMF, dan 3,2 persen menurut OECD. Pertumbuhan perdagangan global hanya mencapai 2,6 persen merupakan yang terendah sejak krisis¬† keuangan global 2008,” terang Sri Mulyani dalam rapat paripurna yang dipimpin Wakil Ketua DPR Fadli Zon.

Menkeu Sri Mulyani menyampaikan tanggapan pemerintah atas pandangan fraksi-fraksi DPR RI terhadap kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal tahun anggaran 2020.

Sri Mulyani mengatakan, dia baru saja kembali dari pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral Negara G- 20 di Fukuoka, Jepang.

Menurut dia, tekanan global menyebabkan kinerja ekspor Indonesia mengalami perlambatan atau kontraksi. Namun, perekonomian Indonesia tetap mampu menunjukkan ketahanannya, dengan pertumbuhan diatas 5,7 persen didukung oleh permintaan domestik yang tetap terjaga dan kebijakan makro ekonomi fiskal dan moneter yang prudent dan sustainable namun supportive terhadap ekonomi.

“Lembaga pemeringkat utang internasional S&P pada bulan Mei lalu menaikkan peringkat utang Indonesia satu tingkat menjadi BBB dengan outlook stabil,” ujar Sri Mulyani.

Capaian reformasi ekonomi yang telah dijalankan selama ini juga membawa perbaikan peringkat daya saing, yang berdasarkan penilaian IMD World Competitiveness Yearbook, peringkat daya saing Indonesia naik 11 peringkat dari peringkat 43 ditahun 2018 menjadi peringkat 32 dunia pada tahun 2019.

Pemerintah lanjut Menkeu Sri Mulyani, terus meningkatkan kewaspadaan menghadapi ketidakpastian global yang meningkat dan terus fokus memperbaiki daya kompetisi dan produktivitas ekonomi Indonesia melalui kebijakan investasi, perdagangan dan pembangunan infrastruktur serta perbaikan kualitas sumber daya manusia.

“Reformasi struktural dan kebijakan ekonomi untuk memacu investasi dan ekspor akan menjadi perhatian utama,” ujar Sri Mulyani. (Asim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here