BERITABUANA.CO, BATU- TNI dan Polri diminta tegas jika terjadi aksi kericuhan yang bisa mengacaukan negara saat proses gugatan pemilu di Mahkamah Konstitusi (MK) atas hasil pemilihan umum 2019. Dimana, gugatan dilakukan oleh pasangan 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua MWC PP Kota Batu Endro Wahyu dan Ketua Banser Kota Batu Arif Hariyanto di Batu, Senin (10/6/19).

“Demi kedamaian pemerintah, maka TNI dan Polri menolak rusuh karena mereka garda terdepan di Negara kita ini,” ucap Endro.

Ia pun menegaskan bahwa dirinya juga ikut menolak dengan tegas gugatan di MK diwarnai aksi rusuh. Karena itu itu sangat berharap aparat bisa menindak tegas.

“Prosesi gugatan tersebut sedang berjalan di MK, maka kita semua harus menunggu hasilnya di MK,” jelasnya.

“Yang perlu diingat saat sedang melakukan aksi-aksi kerusuhan dengan bangganya pelaku pembuat onar tersebut berbuat seenaknya, tapi saat ditangkap aparat mereka tertunduk lesu,” sambung Arif menimpali.

Sebab itu, ia meminta masyarakat berfikir jernih dan waras dalam melihat ini agar tidak mudah terprovokasi. (Btu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here