BERITABUANA.CO, JAKARTA – Fokus  Jokowi setelah dilantik nanti sebagai Presiden RI periode 2019-2024 adalah menyusun kabinet barunya. Dia akan berdiskusi dengan Wakil presiden KH Ma’ruf Amin dalam menempatkan menteri-menteri untuk menjalankan program pemerintahan yang dipimpin mereka.

Pertanyaan yang mengemuka dan ditunggu masyarakat adalah terkait sosok menteri-menteri tersebut. Siapa kah mereka? Dari mana kah asal mereka? Apakah dari kader partai politik pendukung Jokowi-Ma’ruf Amin? Bagaimana dari luar itu, apakah akan ditarik masuk kabinet?

Mengenai hal ini, pengamat hukum Adilsyah Lubis mengatakan, kabinet pemerintahan mendatang sebaiknya kombinasi zaken kabinet, ditambah usulan dari koalisi partai politik pendukung 01.

“Paling ideal adalah kombinasi zaken kabinet,  plus usulan dari koalisi parpol pendukung 01,” ujar Adilsyah menjawab beritabuana.co, Senin (10/6/2019).

Zaken kabinet, kata dia terdiri dari orang-orang profesional non partisan ditambah  profesional usulan partai politik koalisi pendukung 01.

Soal porsinya, Adilsyah berpendapat, hal itu tergantung kepentingan kementerian nya. Sebab, ada kementerian yang memang berasal   dari professional misalnya Menteri PUPR, Menteri Keuangan, dan Menteri ESDM.

Sementara, ada menteri yang merupakan jabatan politis misalnya Menteri Pemuda dan Olah raga, atau Menteri Sosial, dan Menteri Peranan Wanita.

Sementara lanjut Adilsyah, menteri-menteri pada  kabinet sebelumnya yang dirasa masih berprestasi, dapat dilanjut kan pada kabinet yang akan dibentuk mendatang.

“Sejumlah menteri kabinet kerja kemarin yang menurut Pak Jokowi berprestasi, tetap dipertahankan sebagai menterinya,” ujar dia sembari menyebut beberapa nama yang dianggapnya berhasil sebagai menteri di kabinet kerja kesatu, yaitu Menkeu Sri Mulyani, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri PPUR Basuki Hadimuljono,  Menteri BUMN Rini Soemarno atau Menteri ESDM Ignatius Jonan.

Kemudian dia mengusulkan, sudah waktunya di periode ke dua Jokowi sebagai presiden menarik kalangan generasi muda sebagai menterinya. Menurut Adilsyah, sejumlah anak muda dapat dilirik untuk menjadi menteri untuk ditempatkan pos tertentu.

“Sebaiknya dipakai juga anggota kabinet dari generasi masa kini  untuk mulai dipercaya dalam susunan kabinet baru pak Jokowi,” saran Adilsyah.

Dikatakan, cukup banyak anak muda yang sukses dalam berusaha dan mereka itu orang yang berintegritas dan punya kepemimpinan. Dia melihat, masuknya generasi muda menjadi menteri begitu penting untuk kaderisasi dalam  menghadapi masa transisi dikemudian hari.

“Pak Jokowi mempersiapkan anak-anak muda sebagai pemimpin nasional di kemudian hari,” imbuhnya. (Asim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here