ISLAM adalah agama kemajuan dan keunggulan, sebagai agama kemajuan, Islam menganjurkan kepada Pemeluknya untuk mampu menampilkan kehidupan yang maju dan dinamis, bukan kehidupan yang pasif dan stagnan. Hal ini disampaikan oleh Penasehat Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Cirebon, Drs. KH. Faisal Rasyad Rais yang membacakan naskah Khutbah Idul Fitri 1439 H: Prof. Dr. H. M. Din Syamsudin, M.A, saat memberikan Khutbah Idul Fitri 1440 H di Komplek Perguruan Muhammadiyah di Jl Tuparev, Kabupaten Cirebon Jawa Barat, Rabu (5/6/2019).

“Ummat harus berorientasi kepada kualitas dan dinamika kehidupan baik secara individu maupun kolektif, harus bergerak maju merebut mutu” kata Faisal.

Faisal membacakan kembali khutbah Prof. Din bahwa kemajuan yang dimaksud Muhammadiyah sejalan dengan adigum globalisasi bahwa “no longer number counts, but quality counts” atau tak lagi angka yang terbilang tapi mutulah yang berhitung dan di perhitungkan. Dia menegaskan bahwa umat Islam khususnya Indonesia, menjadi kelompok mayoritas dalam kuantitas tanpa kualitas adalah hampa, menjadi kelompok mayoritas dalam kuantitas dengan kualitas barulah berharga.

KH Faisal menyoroti keterpurukan dan kemiskinan yang menimpa umat Islam dewasa ini adalah karena ketidakmampuan mereka dalam mengembangkan hablum minallah (hubungan manusia dan Allah SWT) dan hamblum minannas (hubungan manusia dan manusia) dalam korelasi positif ,dinamis dan efektif, maka solusi terhadap fenomena keterpurukan dan kemiskinan umat Islam dewasa ini adalah mengembangkan kedua hubungan tadi secara terintegrasi.

Ulama Cirebon ini pun kembali mengajak para jamaah bahwa pesan dan watak umat Islam menempuh jalan mendaki dalam keberagaman dan kehidupan sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi umat Islam dan bangsa dewasa ini.

Pantauan www.beritabuana.co, tumpah ruah warga Muhammadiyah Kabupaten Cirebon memenuhi lapangan Komplek Perguruan Muhammadiyah Tuparev Cirebon Jawabarat, mengikuti Sholat Idul Fitri 1440 H. Para jamaah begitu khusyuk mengumandangkan takbir,tahlil dan tahmid. Panitia juga melaporkan laporan zakat Ramadhan 1440 H yang disalurkan para jamaah ke LAZIZMU Kabupaten Cirebon yakni zakat maal Rp 37,361,175. Zakat fitrah 38,941,000. Infak Rp 40.884,600 total Rp. 117,186,775. Usai, Sholat dan khutbah idul fitri, suasana semakin haru dan penuh khidmat dimana para jamaah saling memberi salam dan maaf-memaafkan. (Natsir)

(Dikutip dari Khutbah Idul Fitri 1439 H: Prof. Dr. H. M. Din Syamsudin, M.A)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here