BERITABUANA, KHARTOUM – Saat pasukan keamanan Sudan bergerak masuk untuk membersihkan kamp protes utama di dekat markas besar militer di Ibu Kota Sudan, Khartoum. Sedikitnya 35 demonstran tewas dan ratusan lagi cedera.

Penyelenggara protes, Komite Sentral Dokter Sudan, mengumumkan jumlah terbaru tersebut. Beberapa saksi mata mengatakan pasukan keamanan menggunakan amunisi aktif dan gas air mata untuk membubarkan pemrotes, yang telah berkemah dii dekat markas besar militer sejak penggulingan Omar Al-bashir, presiden yang lama memerintah negeri itu, pada April.

Perhimpunan Profesional Sudan (SPA) di dalam satu pernyataan sebelumnya menyebut milisi milik pemerintah secara agresif telah menyerang ribuan warga sipil dalam protes duduk. Aliansi Deklarasi bagi Kebebasan dan Perubahan sebelumnya mengatakan 13 pemrotes tewas dan ratusan lagi cedera ketika pasukan keamanan bergerak masuk untuk membubarkan orang-orang di dalam kamp itu.

Perunding oposisi Abbad Medani dilaporkan cedera selama pembubaran tersebut, kata beberapa saksi mata. “Kami menyatakan Dewan Militer Peralihan (TMC) bertanggung jawab atas apa yang terjadi pagi ini,” kata SPA, yang menyeru pemrotes agar “bergabung dalam protes duduk guna melawan upaya ini”.

TMC membantah pernyataan mereka. (Daf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here