BERITABUANA.CO, JAKARTA – DKI Jakarta dipastikan mulai lengang sejak hari Senin (3/5/2019) ini. Semua ruas jalan, termasuk di jantung kota, seperti di sepanjang Jalan Sudirman, Jalan MH Thamrin hingga Jalan Gajah  Mada dan Hayam Wuruk, kemudian ke arah Pasar Baru, maupun Jalan Gunung Sahari bakal sepi. Tidak akan ada kemacetan lalu lintas seperti hari biasanya.

Jalan Gatot Subroto hingga Jalan Letjen S Parman menuju Grogol misalnya, juga akan lengang. Pada hal, ini merupakan ruas jalan yang tidak pernah sepi, tetapi selalu padat hingga macet karena banyaknya kendaraan melintas.

Untuk beberapa hari ke depan, pemandangan seperti itu akan kita temui di Ibukota. Seorang teman berujar kepada rekannya, dia bisa main sepak bola di tengah jalan. Itu mau menunjukkan, betapa sepi nya jalanan di Jakarta. Iya, Jakarta kini ditinggal sebagian penghuninya.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, setiap hari raya Idul Fitri, banyak penduduk Jakarta dan sekitarnya pulang kampung alias mudik. Ini sudah menjadi tradisi buat masyarakat Indonesia,  merayakan hari yang fitri di kampung halaman bersama sanak keluarga.

Mereka mudik dengan berbagai cara, ada yang naik bus, kereta api, kapal laut, pesawat terbang maupun dengan kendaraan roda dua. Belakangan, program mudik bareng yang diadakan berbagai pihak menjadi pilihan menarik pemudik karena gratis.

Karena itu pada h – 3 ini, arus kendaraan menuju luar kota sudah dipadati kendaraan pemudik. Sebagian besar menuju  Jawa Barat,  ke Jawa Tengah dan ke Jawa Timur. Banyak juga masyarakat ibukota mudik ke kota-kota di Pulau Sumatera.

Luar biasa, tradisi mudik adalah  momen yang begitu indah dan penuh dengan nilai-nilai kemanusiaan.

Selain untuk merayakan hari raya Idul Fitri, masyarakat juga memanfaatkannya untuk bersilaturahmi dan tentu untuk beristirahat sekaligus berwisata di kampung halaman. Betapa bahagianya, melepas kepenatan untuk beberapa saat setelah setiap harinya  berjuang di kota metropolitan bernama Jakarta.

Libur lebaran ini bertambah harinya karena pemerintah telah menetapkan bersamaan dengan cuti bersama. Maka, semua perkantoran pemerintah tutup, begitu juga dengan perkantoran perusahaan swasta, ikut tutup. Sekolah sudah lebih dulu libur.

Sektor informal pun untuk sementara berisitirahat. Akan banyak warung-warung makan ditutup karena pemiliknya mudik dulu, termasuk pemilik kantin di semua gedung perkantoran tidak berjualan. Maka, semua Satpam yang sedang bertugas, kemungkinan akan kesulitan mencari makan siang atau mau ngopi.

Pedagang nasi goreng atau tukang sate keliling juga tidak akan terlihat di malam hari. Warkop yang jumlahnya bertebaran di seantero Jakarta ikut tutup setelah pemiliknya pulang ke kampung halaman. Pedagang cilok dan seblak yang biasanya berdagang dekat stasiun, untuk beberapa hari ini tidak kelihatan dulu. 

Begitu juga pusat grosir tekstil dan produk tekstil terbesar di Tanah Abang juga tutup. Pemilik kios disini tak mau ketinggalan, ikut mudik. Para pedagang kaki lima di Jalan Jati Baru, Blok G dan Blok F pun untuk beberapa hari tidak menggelar lapak karena diantara mereka juga banyak yang mudik merayakan hari Idul Fitri di kampung halaman.

Sudah pasti, angkot bakal sepi penumpang, karena tidak ada yang berbelanja ke pasar, tidak ada anak sekolah. Hanya rumah-rumah sakit yang tetap melayani masyarakat, maupun dengan kantor kepolisian, pelayanan tetap berjalan seperti biasa. 

Transportasi Trans Jakarta akan tetap beroperasi seperti biasa meski penumpangnya berkurang.

Bagi masyarakat ibukota yang tidak mudik, akan menikmati ‘kemerdekaan’ di jalan saat  misalnya mengisi liburan atau jalan-jalan ke pusat-pusat perbelanjaan (mall) atau ke tempat rekreasi seperti ke Monas, Ancol, Ragunan atau TMII. Masyarakat tidak perlu stres di jalan karena terjebak  ditengah kemacetan.

Ayo, apalagi, mari main bola di jalan, mumpung jalanan sepi dan lengang. (Asim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here