BERITABUANA, TRENTON – Di Provinsi Alberta, Kanada, lebih dari 10.000 orang telah meninggalkan permukiman. Dan, ratusan petugas pemadam berjuang untuk menaklukkan di jago merah. Mereka yang mengungsi adalah anggota suku asli dan komunitas Metis dan banyak dari mereka telah kehilangan lebih dari rumah mereka.

Blake Desjarlais, anggota Dewan Umum Permukiman Metis, menyebutkan seperti sepotong roti yang terbakar di sana. Seluruh tanah telah jadi arang – jalur perangkap hancur, saluran air hancur, kabin berburu orang, kabin pemancingan, aset ternak (hancur). Ada 29 titik api aktif di Alberta dengan 10 titik tak terkendali.

Sementara itu, di sebelah utara Provinsi Ontario, pesawat militer ketiga dan dua helikopter dikirim untuk membantu mengungsikan orang dari Pikangikum First Nations. Sebelumnya, masyarakat mengumumkan keadaan darurat sebab masyarakat terancam oleh kebakaran hutan seluas 3.000 hektare. Para peneliti mengatakan perubahan iklim membuat kebakaran sering terjadi di Kanada.

“Kita harus belajar untuk hidup dengan kebakaran,” kata Mike Flannigan, seorang profesor kebakaran hutan di University of Alberta, saat dia meramalkan ‘masa depan yang berasap dan panas’ membuat musim panas di Kanada.

Pada 2017 sebanyak 3,4 juta hektare lahan dilahap kebakaran hutan. Pada April lalu, Laporan Perubahan Iklim Kanada, yang baru, mendapati negeri itu bertambah hangat dua kali lebih tinggi dibandingkan belahan lain dunia. (Daf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here