BERITABUANA.CO- Polres Lumajang melepas 15 personel yang telah usai masa bhaktinya sebagai anggota Polri. Mereka rata-rata telah bertugas mengabdi di Kepolisian lebih dari 30 tahun.

Ada yang unik dalam prosesi pelepasannya kali ini. Dimana, Kapolres dan pejabat utama Polres Lumajang mengayuh becak. Sementara, penumpangnya adalah personil Polri yang memasuki masa Purna bhakti.

Kapolres yang memimpin rombongan becak ini menyusuri Alun-alun Lumajang. Tampak warga Lumajang pun mengabadikan momen haru ini. Nampak pula beberapa warga melambaikan tangan kepada rombongan.

Sesampai di Mapolres kembali, Kapolres Lumajang menyerahkan ke-15 anggotanya tersebut ke Persatuan Purnawirawan Polri sebagai simbol hubungan antara Polri dan Para Purnawirawan Polri tetap terjalin dalam wadah organisasi PP Polri.

Prosesi tersebut sangat mengharukan. Banyak anggota yang menangis haru dan memeluk teman-temannya yang purna tugas.

Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH, SIK, MM, MH menyampaikan bahwa inilah penghargaan terakhir yang bisa kami berikan kepada teman-teman yang purna tugas.

“Saya sengaja mengayuh becak sendiri bersama para pejabat utama Polres. inilah bentuk penghargaan terakhir yang bisa kami berikan kepada teman-teman yang purna tugas,” kata Arsal

Kapolres menambahkan kembali “Saya pribadi sebagai Kapolres Lumajang sangat berterima kasih kepada anggota yang hari ini telah usai masa tugas sebagai anggota Polri. Negara sangat bangga pernah memiliki Bhayangkara-Bhayangkara seperti beliau karena dedikasinya berpuluh tahun mengabdikan jiwa dan raganya untuk ibu pertiwi. Dan hari ini, tugas para beliau telah usai sebagai penegak keadilan,” jelasnya.

“Saya berharap teman-teman yang purna tetap dapat membantu kami dengan memberikan masukan dan kritikan membangun agar kami bisa terus meningkatkan kinerja dalam pelayanan kepada masyarakat,” sambung Kapolres.

AKP Siti Alfika Salah satu anggota Polri yang memasuki masa pensiun sangat terharu atas pelepasannya sebagai anggora Polri saat ini.

“Kami sangat terharu atas pelepasan kami seperti ini. baru sejak kapolresnya Pak Arsal, kami dilepas seperti ini, dengan prosesi pedang Pora dan naik becak. yang kayuh pak kapolresnya sendiri pula. Rasanya kami sangat di hargai oleh beliaunya,” ujar Siti. (Lmj)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here