MUDIK  lebaran menjadi semacam ritual rutin warga masyarakat untuk pulang kampung bersama-sama. Lebaran dijadikan menjadi ajang silaturahmi bersama bagi warga masyarakat.

Mudik, macet merupakan pemandangan dan pengalaman berulang dari tahun ke tahun. Kemacetan yang terjadi dalam jangka yang panjang bukan lagi menjadi masalah lalu lintas semata melainkan menjadi masalah sosial.

Berbagai kelambatan menemukan solusipun akan menambah kompleksnya permasalahan. Dari masalah jalan yang sudah tidak menampung, kerusakan jalan, putaran, penyempitan, tingkat kepadatan, perilaku pengguna jalan, sistem pelayanan publik yang manual konvensional dan parsial, perilaku pengguna jalan yang melanggar aturan.

Faktor-faktor yang menjadi potensi terjadinya perlambatan atau kemacetan yang harus menjadi perhatian kita antara lain :

Persimpangan sebidang
Pertemuan dari beberapa arus lalin yang menjadi satu arus
Botle neck,
Gate toll,
Jalan rusak
Perbaikan atau pembangunan jalan,
Kendaraan yg melanggar kecepatan minimal bisa over load atau kelelahan atau tidak mampu memenuhi standar minimal.
Kendaraan rusak,
Kecelakaan lalu lintas,
Pasar tumpah,
Parkir sembarangan,
Exit toll,
Cuaca alam.

Masalah sosial dampak kemacetan sering dianggap wajar. Penggunaan tol dalam jarak yang cukup panjang memerlukan pemahaman dan penyiapan fisik, kendaraan, dan berbagai prediksi serta solusi.

Standar Jalan Tol

Jalan tol merupakan jalan berbayar menjadi harapan untuk kamseltibcarlantas, dengan berbagai fasilitas untuk kecepatan, keamanan, keselamatan, kelancaran hingga kondisi-kondisi darurat.

Dengan telah dioperasionalkanya jalan tol untuk mewujudkan dan memelihara lalu lintas yang aman, selamat, tertib dan lancar walaupun menghadapi mudik lebaran sekalipun. Tentu pada saat lancar upaya-upaya dalam rangka meningkatkan kualitas keselamatan dan menurunkan tingkat fatalitas kecelakaan, terus dilakukan melalui sistem-sistem, pemantauan hingga penegakan hukum.

Dengan sistem-sistem yang berbasis TI kualitas pelayanan kepada publik dapat dirasakan secara signifikan oleh masyarakat secara prima.

Dalam program Road Safety standar-standar pelayanan publik yang terus diupayakan terus menerus secara sinergis dan berkesinambungan sebagai berikut:

1.Kelancaran, untuk memenuhi standar kapasitas, prioritas dan emergencynya.

2.Sistem pemantauan dan pendeteksian, volume arus/tingkat kepadatan arus lalu lintas

3.Standar volume kendaraan untuk kecepatan minimal maupun maksimal

4.Standar kapasitas untuk menentukan prioritas pengaturan tingkat kepadatan dari pengalihan arus, contra flow hingga sistem one way

5.Standar pelayanan di pintu masuk dan keluar tol.

6.Standar dan system penanganan perlambatan yang dapat berdampak kemacetan

7.Standar rekayasa/engineering untuk mengatasi kemacetan

8.Pemantauan lokasi yang menjadi trouble spot dan daerah perlambatan.

9.Standar keamanan, untuk memenuhi standar tingkat keamanan diperlukan

10.Sistem K3i (kodal, koordinasi, komunisi dan informasi)

11.Sistem pengawasan, pemantauan, dan penanganan kejahatan

12.Sistem data dan sinergitas dengan fungsi pengamanan lainnya.

13.Standar keselamatan, untuk mengetahui tingkat kecepatan dan factor-faktor penyebab korban fatal dan masalah keselematan lainya:

14.Pemantauan dan penindakan pelangggaran batas kecepatan maksimal

15.Pemantauan pelanggaran tahu rambu dan marka

16.Pemantauan terhadap perilaku pengemudi yang membahayakan keselamatan

17.Pemantauan dari faktor kendaraan, kondisi jalan, situasi dan kondisi alam

18.Pemantauan lokasi-lokasi black spot

19.Kondisi darurat, penanganan kondisi darurat diperlukan standar:

20.Sistem emergency call

21.Standar quick response time

22.Standar sistem rekayasa lalu lintas

23.Sistem pemantauan situasi darurat (kelancaran, keamanan, keselamatan)

Standar-standar kelancaran, keamanan, keselamatan, hingga kondisi darurat, dibangun dengan berbasis TI yang diimplementasikan melalui back office berisi peta dan system pemantauan serta komando pengendalian.Yang diimplementasikan melalui aplikasi on line didukung dengan sistem network secara manual dan elektronik.

Mudik yang happy membuat mudik mengasyikkan, walau macet tetap ada sesuatu yang setidaknya membuat ada harapan dan hiburan.

Informasi, solusi, kontijensi dam komunikasi akan mengurangi tingkat ketegangan dan emosi penggunat jalan yang terjebak dalam kemacetan. Keselamatan tetap yang pertama dan utama.

Stop pelanggaran, stop kecelakaan, keselamatan untuk kemanusiaan. [Chrysnanda DL]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here