BERITABUANA, JAKARTA – Penjajakan kerja sama dagang (one on one business matching) yang digelar Kementerian Perdagangan sebagai bagian rangkaian kegiatan misi dagang di Santiago, Cile, berhasil meraih potensi transaksi sebesar USD 32,56 juta. One on one business matching digelar Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag bekerja sama dengan Kedutaan Besar RI untuk Cile.

“One on one business matching ini merupakan penjajakan dan pendekatan ke pelaku usaha di Cile sebagai upaya membuka pasar ekpsor baru menjelang impelentasi Perjanjian Kerja Sama Ekonomi Komprehensif Indonesia-Cile (IC-CEPA). Produk Indonesia diminati dan berhasil meraih potensi transaksi sebesar USD 32,56 juta,” jelas Dirjen PEN, Arlinda, yang membuka kegiatan tersebut.

Arlinda juga menyampaikan, transaksi itu berasal dari produk dekorasi rumah dan furnitur luar ruang, minyak kelapa sawit mentah (CPO), RBD olein food grade, serta RBD olein untuk kosmetik dan coklat bubuk. Selain itu, lanjut Arlinda, ada juga potensi transaksi yang berasal dari kontrak satu tahun produk kertas fotokopi dan kertas untuk percetakan (copy paper dan uncoated woodfree paper).

One on one business matching merupakan salah satu bagian dari rangkaian Misi Dagang Kemendag ke Santiago, Cile, pada 15—17 Mei 2019 yang dipimpin Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. “Kami mengajak para pelaku usaha Cile untuk memanfaatkan momentum IC-CEPA untuk meningkatkan perdagangan kedua negara. Minat mereka di bidang perdagangan dan juga investasi cukup besar,” kata Arlinda.

Dalam sesi penjajakan bisnis yang mempertemukan dua pelaku usaha itu, sejumah perwakilan pelaku usaha Indonesia ikut serta. Delegasi bisnis dari Idonesia yang mengikuti kegiatan itu berasal dari perwakilan Badan Pengelola dan Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP KS), Gabungan Perusahaan Perkebunan Indonesia (GPPI), Asia Pulp & Paper (APP), dan PT Rois Home Design. Kemendag mencatat, total perdagangan Indonesia-Cile pada 2018 sebesar USD 274 juta. Dalam dua tahun ke depan, Indonesia-Cile sepakat meningkatkan nilai perdagangan itu dua kali lipat setelah ICCEPA diimplementasikan. Pada 2018, neraca perdagangan Indonesia masih surplus dari Chili, yaitu USD 43,87 juta. (Daf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here