BERITABUANA, JAKARTA – Fluktuasi harga internasional mempengaruhi penetapan Harga Patokan Ekspor (HPE) produk pertambangan yang dikenakan Bea Keluar (BK) periode Juni 2019. Dibandingkan dengan HPE periode Mei 2019, sebagian komoditas mengalami penurunan dan sebagian mengalami kenaikan HPE. Ketentuan ini ditetapkan dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 34 Tahun 2019, tanggal 24 Mei 2019.

“HPE beberapa produk pertambangan mengalami kenaikan maupun penurunan yang disebabkan adanya fluktuasi harga internasional. Produk konsentrat besi, konsentrat besi laterit, serta konsentrat pasir besi dan rutil mengalami kenaikan,” kata Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Oke Nurwan.

Sejumlah produk pertambangan yang dikenakan BK adalah konsentrat tembaga, konsentrat besi, konsentrat besi laterit, konsentrat pasir besi, pellet konsentrat pasir besi, konsentrat mangan, konsentrat timbal, konsentrat seng, konsentrat ilmenit, konsentrat rutil, nikel, dan bauksit yang telah dilakukan pencucian. Perhitungan harga dasar HPE untuk komoditas konsentrat besi, konsentrat besi laterit, konsentrat pasir besi, konsentrat mangan, konsentrat ilmenit, dan konsentrat rutil bersumber dari Asian Metal dan Iron Ore Fine Australian. Sedangkan, konsentrat tembaga, pellet konsentrat pasir besi, konsentrat timbal, konsentrat seng, nikel, dan bauksit bersumber dari London Metal Exchange (LME).

Dibandingkan periode sebelumnya, produk pertambangan yang mengalami kenaikan harga ratarata pada periode Juni 2019 adalah konsentrat besi (hematit, magnetit) (Fe ≥ 62 persen dan ≤ 1 persen TiO2) dengan harga rata-rata USD 79,32/WE atau naik sebesar 52,81 persen, konsentrat besi laterit (gutit, hematit, magnetit) dengan kadar (Fe ≥ 50 persen dan (Al2O3 + SiO2) ≥ 10 persen) dengan harga rata-rata USD 40,53/WE atau naik sebesar 52,81 persen, konsentrat pasir besi (lamela magnetit-ilmenit) (Fe ≥ 56 persen) dengan harga rata-rata USD 47,36/WE atau naik sebesar 52,81 persen dan konsentrat rutil (TiO2 90 persen) dengan harga rata-rata USD 898,61/WE atau naik sebesar 0,24 persen.

Penetapan HPE untuk konsentrat besi (hematit, magnetit), FOB konsentrat besi laterit (gutit, hematit, magnetit) dengan kadar (Al2O3 + SiO3) ≥ 10 persen, dan FOB konsentrat pasir besi (Lamela magnetit-ilmenit) bulan November 2018 sampai Mei 2019 masih menggunakan HPE periode sebelumnya (Oktober 2018) sehingga terdapat kenaikan harga rata-rata sebesar 52,81 persen untuk HPE bulan Juni 2019.

Sedangkan produk yang mengalami penurunan dibandingkan HPE periode sebelumnya adalah konsentrat tembaga (Cu ≥ 15 persen) dengan harga rata-rata USD 2.274,43/WE atau turun sebesar 2,57 persen, Konsentrat mangan (Mn ≥ 49 persen) dengan harga rata-rata USD 286,12 /WE atau turun sebesar 2,73 persen, konsentrat timbal (Pb ≥ 56 persen) dengan harga rata-rata USD 766,74/WE atau turun sebesar 5,75 persen, konsentrat seng (Zn ≥ 51 persen) dengan harga ratarata USD 789,85/WE atau turun sebesar 4,15 persen, konsentrat ilmenit (TiO2 ≥ 45 persen) dengan harga rata-rata USD 212,66/WE atau turun sebesar 1,69 persen, Nikel (Ni < 1,7 persen) dengan harga rata-rata USD 17,51/WE atau turun sebesar 6,93 persen dan bauksit (Al2O3 ≥ 42 persen) dengan harga rata-rata USD 24,33/WE atau turun sebesar 3,51 persen. Sementara itu, pellet konsentrat pasir besi (lamela magnetit-ilmenit) (Fe ≥ 54) dengan harga ratarata USD 117,98/WE tidak mengalami perubahan. Menurut Oke, penetapan HPE periode Juni 2019 ini ditetapkan setelah memperhatikan berbagai masukan tertulis dan koordinasi dari berbagai instansi terkait. (Daf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here