BERITABUANA.CO, JAKARTA – Sebanyak 113 kapal perintis dioptimalkan oleh Kementerian Perhubungan guna mendukung angkutan Laut Lebaran 2019, sekaligus memastikan kelancaran arus mudik para penumpang dalam merayakan hari  Raya Idul Fitri 1440 H di kampung halamannya. Demikian dikatakan Cpt. Budi Mantoro, Kasubdit Angkutan Laut Dalam Negeri, Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut Ditjen Perhubungan Laut, Rabu (29/5/2019).

Menurut Capt. Budi, dari 113 kapal perintis sebagian akan ditarik untuk daerah-daerah yang terjadi lonjakan penumpang guna membantu kelancaran para penumpang di wilayah twrsebut.

“Semua kapal perintis dilibatkan dalam angkutan Lebaran. Namun, ada beberapa kapal perintis yang kita perbantukan di daerah yang lonjakan penumpangnya di daerah-daerah cenderung tinggi seperti Propinsi Jawa Timur,” ujarnya.

Dikatakan, ada lima kapal perintis cadangan dilibatkan untuk membantu angkutan Lebaran. Kelima kapal itu yakni kapal KM Sabuk Nusantara 39 untuk mengisi trayek Makassar (R-20), KM Sabuk Nusantara 35 untuk trayek Sunda Kelapa/Tanjung Priok (R-11), KM Sabuk Nusantara 27 untuk trayek Surabaya (R-16), KM Sabuk Nusantara 46 untuk trayek Surabaya (R-19), dan KM Sabuk Nusantara 97 untik menambah ruas Tarakan-Toli-toli (R-42).

“Modifikasi rute atau penambahan frekuensi rute disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Rute R-16, R-17, R-18, R-19 misalnya untuk rerouting wilayah Jawa Timur,” tutur Capt. Budi.

Kemenhub, ungkap Capt. Budi, memperkirakan puncak arus mudik angkutan laut Lebaran 2019 jatuh pada 1 Juni, sedangkan puncak arus balik 8 Juni. “Kapal perintis cadangan juga akan dioperasikan untuk pelabuhan dan daerah yang diprediksi mengalami lonjakan penumpang tinggi,” tambahnya, seraya menyebutkan perkiraan jumlah penumpang angkutan laut mencapai 1,9 juta, naik 4,8% dengan jumlah armada 1.293 unit dengan kapasitas angkut 3,4 juta orang. (Yus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here