BERITABUANA.CO, JAKARTA – Guna mengungkap tuntas dugaan korupsi pengadaan tongkang pembangkit listrik atau Leasing Marine Vessel Power Plant (LMVPP), tim penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa intensif Sofyan Basir, Direktur Utama (non aktif) PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Ini terlihat setelah Sofyan Basir diperiksa secara maraton selama dua kali berturut-turut oleh tim penyidik Kejagung di Gedung Bundar, Jakarta Selatan.

“Harin ini adalah pemeriksaan kedua setelah minggu kemarein tidak selesai, kita lanjutkan hari ini,” kata Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Adi Toegarisman kepada wartawan usai Buka Puasa di Kejaksaan Agung, Senin (27/05/2019)

Meski telah diperiksa dua kali dan memakan waktu 9 jam lebih, status Sofyan Basir belum ditetapkan sebagai tersangka, tapi hingga saat ini masih berstatus sebagai saksi.

“Tadi sudah selesaai pemeriksaannya, tentu kita akan kumpulkan dan satukan dengan pemeriksaan yang lain. Kemudian kalau kita masih kurang fakta, kita akan periksa saksi-saksi atau pihak-pihak yang dinilai kami butuh keterangan dan kemudian nanti disimpulkan menentukan langkah berikutnya dalam perkara ini,”ujar Adi.

Adi Toegarisman menambahkan hingga saat ini pihaknya telah memeriksa 32 orang saksi.termasuk sudah melakukan penyitaan terhadap sejumlah barang bukti yang diduga terkait dalam perkara tersebut.

“Jadi persoalan itu kita tangani. Kita sudah memeriksa 32 saksi. Tinggal tim evaluasi. Kemudian barang bukti juga sudah kami sita. Mudah-mudahan dalam waktu tak lama, kita akan analisa bagaimana yuridis tentang fakta untuk bersikap berikutnya,” tutur Adi.

Terkait rencana pencekalan terhadap Sofyan Basir, Adi mengatakan, pihaknya masih mempelajarinya secara teliti sebelum melakukan pencekalan. “Kita lihat kepentingan apa? Jadi kami masih mengungkap fakta untuk menentukan langkah selanjutnya,” pungkasnya. Oisa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here