BERITABUANA.CO, DENPASAR – Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan anggota Dewan Pengurus Daerah Real Estat Indonesia (DPD REI) Bali. Beberapa hal dibahas, diantaranya tentang akses perbankkan dalam pembiayaan kepemilikan perumahan, dan wacana hunian vertikal.

Yang menarik dari RDP yang digelar di Sekretariat DPD REI Bali, Jumat (24/5/2019) tersebut adalah ketika membahas hunian vertikal.

Anggota DPD RI, Arya Wedakarna yang selama ini getol membela masyarakat dan eksistensi budaya Bali tampaknya mendukung adanya hunian vertikal. Berbagai jurus digunakan sebagai upaya membuka kran pendirian bangunan yang saat ini masih diatur oleh batas ketinggian.

Namun, Arya berkilah kalau hunian vertikal menjadi opsi dalam penyediaan rumah bagi seluruh masyarakat Pulau Dewata. Menurut dia, semua pihak tidak boleh menutup pikiran terhadap hal itu (hunian vertikal, red).

“Tentu kalau kita bicara tentang hunian vertikal, kita akan membutuhkan yang namanya suatu revisi dari peraturan tata ruang Bali secara umum. Kita perlu landasan hukum yang lebih kuat, dan itu masuk kedalam agenda saya, tetapi terbatas,” ungkapnya.

Memang diakuinya ha tersebut memerlukan momentum yang tepat, dan mungkin belum saat ini. Karena jangan sampai fokus terhadap perumahan yang saat ini dengan perumahan masyarakat, perumahan murah, dengan ada satu tata ruang yang masih amburadul.

“Menurut saya, tetapi kita sudah ada ide besar tentang hunian vertikal. Ketika ini rapih, bahkan kami DPD sudah siap untuk mengusulkan pertama kali kepada gubernur maupun kepada DPRD Bali,” imbuhnya.

Hunian vertikal dikatakan bekas Ketua PNIM Bali itu sangat rasional. Kondisi itu disebut berkaca pada kebutuhan masyarakat yang tidak seimbang dengan ketersediaan lahan.

“Kita realitas saja. Penduduk Bali itu akan bertambah, tetapi tanahnya tidak bertambah. Dan kita tidak bisa berpikir konservatif sekarang, kita berpikir maju kedepan. Cuma harus ada pengaturan, karena Bali, kita memiliki pedesaan, memiliki tempat-tempat ibadah, pura, pura yang suci, jadi mungkin zonasi lah,” ujarnya. (Kds)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here