BERITABUANA.CO, JAKARTA – Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais telah usai diperiksa penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya sebagai saksi atas kasus dugaan makar dengan tersangka Eggi Sudjana. 

Hampir 10 jam dengan 37 pertanyaan Amien diperiksa oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Dirinya terlihat keluar dari ruang penyidik sekira pukul 20.41 WIB.

Amien menjelaskan pertanyaan yang diberikan penyidik adalah seputar seruan people power. Menurutnya seruan yang dilakukan dirinya itu bukan untuk menggulingkan pemerintahan yang sah melainkan protes atas Pemilu 2019 yang curang.

“Sesungguhnya people power enteng-etengan bukan seperti people power yang mau menganti rezim atau menjatuhkan presiden itu sama sekali jauh. Kalau sampai terjadi kecurangan, kejahatan pemilu bersifat terstruktur, masif, sistematik maka tentu kita nggak perlu lagi mengakui hasil KPU itu,” kata Amien di Mapolda Metro Jaya, Jumat (24/5/2019).

Bekas Ketua MPR RI ini menerangkan seruan tersebut menurutnya sudah diatur oleh Undang-undang dan tidak membuat negara hancur.

“Intinya semua yang ditanyakan saya berikan apa adanya dan saya tanya people power itu, itu konstitusional demokratis dijamin prinsip HAM juga,” katanya.

Amien Rais memenuhi panggilan polisi pada pukul 10.27 WIB dan baru selesai diperiksa pukul 20.42 WIB. Amien dimintai keterangan terkait pernyataan people power yang disampaikan tersangka Eggi Sudjana.

Diketahui, Polda Metro Jaya telah menahan Eggi Sudjana seusai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus makar.

Penahanan dilakukan hingga 20 hari ke depan. Penahanan terhadap Eggi merujuk pada Surat Perintah Penahanan Nomor: SP.HAN/587/V/2019/Ditreskrimum, tertanggal 14/5/2019.

Kasus ini berawal dari ajakan people power yang diserukan Eggi saat berpidato di kediaman Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Buntut dari seruan itu, Eggi Sudjana dilaporkan seorang relawan dari Jokowi – Maruf Center (Pro Jomac), Supriyanto ke Bareskrim Polri dengan nomor laporan nomor: LP/B/0391/IV/2019/Bareskrim tertanggal 19 April 2019 dengan tuduhan penghasutan. (CS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here